Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui
manakah yang memiliki hasil belajar matematika yang lebih baik, siswa yang
belajar menggunakan model Project Based Learning berbantuan geogebra
classroom atau siswa yang menggunakan model Project Based Learning tanpa
bantuan geogebra classroom pada materi transformasi geometri , (2)
mengetahui manakah yang memiliki hasil belajar lebih baik, siswa dengan gaya
belajar visual, auditori, atau kinestetik pada materi transformasi geometri,
(3) mengetahui apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran dan gaya
belajar siswa terhadap hasil belajar matematika siswa pada materi transformasi
geometri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu. Populasi
penelitian adalah seluruh siswa kelas XI di SMA Negeri 3 Sragen tahun pelajaran
2025/2026. Sampel diambil dengan teknik cluster random sampling sejumlah
70 siswa, diantaranya 35 siswa kelas XI-A sebagai kelas eksperimen dan 35 siswa kelas
XI-I sebagai kelas kontrol. Metode pengumpulan data adalah metode dokumentasi
yaitu nilai hasil PSAS matematika semester ganjil, metode tes untuk
mengumpulkan data hasil belajar matematika materi transformasi geometri, dan
metode angket untuk data gaya belajar siswa. Teknik analisis data yang
digunakan adalah analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama, kemudian
dilakukan uji lanjut pasca anava yaitu uji komparasi ganda. Dalam penelitian
ini uji keseimbangan menggunakan uji-t dan uji analisis prasyarat yaitu uji
normalitas menggunakan uji Liliefors dan uji homogenitas dengan metode Barlett.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) Hasil belajar siswa yang
dikenai model Project Based Learning berbantuan geogebra classroom
lebih baik daripada hasil belajar siswa yang dikenai model Project Based
Learning tanpa bantuan geogebra classroom (2) tidak ada pengaruh
antara gaya belajar dengan hasil belajar siswa (3) tidak terdapat interaksi
antara model pembelajaran dengan gaya beajar terhadap hasil belajar matematika
siswa.