Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Perbedaan hasil belajar
antara peserta didik yang memperoleh perlakuan dengan model pembelajaran
Project Based Learning (PjBL) berbantuan LUMI education dan peserta didik yang
memperoleh perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based
Learning (PBL); (2) perbedaan hasil belajar matematika ditinjau dari gaya belajar
(auditorial, visual, dan kinestetik); (3) perbedaan capaian hasil belajar matematika
antara peserta didik yang memperoleh perlakuan dengan model pembelajaran PjBL
berbantuan LUMI education dan peserta didik yang memperoleh perlakuan dengan
model pembelajaran PBL pada setiap kategori gaya belajar; dan (4) perbedaan hasil
belajar matematika antar kategori gaya belajar pada masing-masing model
pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain
faktorial 2×3. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas X SMA Negeri
6 Surakarta Tahun Ajaran 2025/2026. Sampel yang digunakan adalah kelas X E-3
dengan jumlah peserta didik sebanyak 36 dan kelas X E-6 dengan jumlah peserta
didik sebanyak 35. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik cluster random
sampling. Instrumen penelitian berupa tes hasil belajar matematika pada materi
ukuran pemusatan data kelompok dan angket gaya belajar. Teknik analisis data
menggunakan uji normalitas metode Liliefors untuk mengetahui bahwa sampel
berasal dari populasi yang berdistribusi normal, uji homogenitas dengan metode
Bartlett dengan tujuan untuk menguji populasi mempunyai variansi yang sama, dan
uji hipotesis dengan menggunakan uji analisis variansi dua jalan dengan sel tak
sama, dilanjutkan dengan uji komparasi ganda dengan metode Scheffe. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pertama, peserta didik yang memperoleh
pembelajaran menggunakan model PjBL berbantuan LUMI education memiliki
hasil belajar matematika yang lebih baik dibandingkan peserta didik yang
memperoleh pembelajaran menggunakan model PBL; kedua, terdapat perbedaan
hasil belajar matematika ditinjau dari gaya belajar peserta didik, dimana peserta
didik dengan gaya belajar visual dan kinestetik lebih baik daripada gaya peserta
didik dengan gaya belajar auditorial, sedangkan gaya belajar visual dan kinestetik
tidak terdapat perbedaan yang signifikan artinya memiliki hasil belajar yang sama;
ketiga, pada model pembelajaran PBL peserta didik dengan gaya belajar visual
memperoleh hasil belajar yang lebih baik daripada peserta didik dengan gaya
belajar auditorial dan kinestetik, sedangkan pada model pembelajaran PjBL
berbantuan LUMI education peserta didik dengan gaya belajar kinestetik
memperoleh hasil belajar yang lebih baik daripada peserta didik dengan gaya
belajar auditorial dan visual; keempat, Peserta didik pada masing-masing gaya
belajar pada kelas dengan perlakuan Project Based Learning berbantuan LUMI education memperoleh hasil belajar yang lebih baik daripada peserta didik pada
kelas dengan perlakuan Problem Based Learning.