Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat permintaan jeroan ayam broiler di pasar tradisional Kota Surakarta. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2025, dengan metode kuantitatif deskriptif. Lokasi dan sampel ditentukan menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria tertentu, dengan sampel sebanyak 100 responden konsumen ayam broiler dan jeroan ayam. Analisis data menggunakan analisis deskriptif, analisis asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, dan elastisitas. Hasil dari persamaan regresi linier berganda yaitu Y = 71,318 + 0,206X1 + 1,170X2 + 0,306X3 - 2,031X4 - 1,227X5 + 0,168X6 + e. Hasıl uji F didapatkan bahwa nilai fhitung > ftabel, dengan nilai 6,257 > 4,71 sehingga semua variabel bebas bersama-sama memengaruhi permintaan jeroan ayam broiler. Hasil dari uji t variabel independen yang memengaruhi permintaan jeroan ayam broiler yaitu variabel harga substitusi (X2) (0,013<0,05), variabel pendidikan (X4) (<0,001<0,05), dan variabel jumlah anggota keluarga (X5) (0,041<0,05), sedangkan variabel yang tidak memengaruhi permintaan jeroan ayam broiler yaitu variabel harga jeroan ayam (X1) (0,733<0,05), variabel pendapatan (X3) (0,527<0,05) dan variabel umur (X6) (0,219<0,05). Hasil uji R² yaitu 0,288 yang menunjukkan bahwa variabel independen menjelaskan permintaan jeroan ayam broiler hingga 28,8% dan sisanya dijelaskan oleh variabel lain. Rata-rata permintaan jeroan ayam broiler di pasar tradisional Kota Surakarta adalah sebesar 2,52 kg per responden dalam satu bulan. Elastisitas harga sebesar 1,5 menunjukkan permintaan jeroan ayam broiler bersifat elastis, dan elastisitas silang 3,75 berarti kenaikan harga jeroan sapi 20% meningkatkan permintaan jeroan ayam broiler sebesar 75%. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa harga substitusi, pendidikan, dan jumlah anggota keluarga menentukan tingkat permintaan jeroan ayam broiler di pasar tradisional Kota Surakarta, Jawa Tengah.