Penelitian ini dilakukan dengan
tujuan untuk mengkaji tingkat kerawanan dan kerentanan Banjir di Kecamatan
Cipari, Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang diterapkan dalam kajian ini adalah
metode deskriptif kuantitatif. Unit analisis yang digunakan berupa satuan lahan
Kecamatan Cipari. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik
sampling jenuh. Pengumpulan data penelitian dilaksanakan melalui metode yaitu pengamatan
langsung dan pendataan. Untuk mengetahuni tingkat kerawanan dan kerentanan
banjir digunakan teknik analisis pendekatan spasial dan temporal dengan metode
pendukung skoring dan klasifikasi.Penelitian ini menunjukan bahwa tingkat
kerawanan banjir di Kecamatan Cipari terdiri dari 3 kelas yaitu kelas pertama
adalah kelas tidak rawan dengan luas 4991.14 ha (50%) yang tersebar di hampir
seluruh wilayah Kecamatan Cipari, Kelas Cukup rawan seluas 2716.12 ha (27%)
terdapat hampir diseluruh Kecamatan Cipari. Kelas sangat rawan seluas 2345.35 ha
(23%) dimana kelas sangat rawan mendominasi tingkat kerawanan banjir di
Kecamatan Cipari. Selanjutnya, penelitian tingkat kerentanan banjir di
Kecamatan Cipari menunjukan bahwa terdiri dari 3 kelas yaitu kelas kerentanan
rendah dengan luas 6113.52 ha (60%). Kelas kerentanan sedang seluas 2810.75 ha
(28%) dan elas kerentanan tinggi seluas 1223.12 ha (12%). Upaya mitigasi Kecamatan
Cipari yang sudah dilakukan melalui dua pendekatan yaitu mitigasi struktural berupa
membangun dan memperbaiki tanggul penahan banjir, memperbaiki saluran irigasi
dan normaliasasi sungai, dan non struktural berupa pelatihan menajemen bencana,
pelatihan evakuasi darurat bencana, dan sosialisasi jalur evakuasi