Aktivitas pemanenan tandan kelapa sawit menggunakan dodos memiliki risiko
ergonomi yang cukup tinggi karena pekerja bekerja dengan postur yang kurang baik
dan menggunakan tenaga yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
tingkat risiko ergonomi pada elemen kerja yang termasuk rangkaian aktivitas
tersebut, serta menganalisis besarnya pembebanan biomekanik yang diterima
pekerja berdasarkan perhitungan momen hip joint. Analisis dilakukan
menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan perhitungan
momen hip joint. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas penusukan tandan
sawit yang berjatuhan merupakan aktivitas dengan tingkat risiko tertinggi secara
ergonomi karena menghasilkan skor REBA tingkat tinggi dan memiliki
pembebanan biomekanik yang tinggi. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan
keluhan muskuloskeletal apabila dilakukan secara terus-menerus dalam jangka
waktu yang lama. Selain dipengaruhi oleh berat alat, posisi kerja pekerja yang
mengangkat dodos ke arah atas juga menyebabkan tubuh menerima beban yang
lebih besar, terutama pada bagian lengan, punggung, dan kaki. Aktivitas panen yang
dilakukan secara berulang dengan durasi kerja yang panjang turut meningkatkan
risiko kelelahan fisik pada pekerja. Usulan perbaikan dilakukan melalui modifikasi
dodos untuk memperbaiki postur kerja pekerja saat bekerja. Rancangan perbaikan
disusun dalam dua skenario. Skenario terbaik dipilih berdasarkan tingkat risiko
postur kerja dan beban biomekanika yang paling rendah. Hasil dari rancangan
usulan perbaikan terpilih menunjukkan adanya penurunan skor REBA dan
penurunan beban pada hip joint. Selain itu, postur kerja pekerja setelah perbaikan
terlihat lebih stabil dan tidak terlalu membungkuk dibandingkan kondisi awal.
Dengan demikian, berdasarkan hasil simulasi penerapan usulan perbaikan,
perancangan usulan perbaikan berupa modifikasi alat dapat membantu mengurangi
risiko gangguan muskuloskeletal dan membuat aktivitas kerja menjadi lebih
ergonomis.