Aktivitas packaging pada IKM Tempe Saswito masih dilakukan secara manual dengan
postur kerja yang tidak ergonomis, seperti posisi duduk di lantai, membungkuk, serta
melakukan gerakan berulang dalam durasi yang lama. Kondisi tersebut berpotensi
menimbulkan keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) serta meningkatkan risiko
cedera kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko postur kerja
menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA), mengidentifikasi
keluhan operator menggunakan Nordic Body Map (NBM), serta merancang fasilitas
kerja ergonomis berbasis data antropometri untuk memperbaiki postur kerja. Hasil
analisis NBM menunjukkan bahwa sebagian besar operator mengalami keluhan pada
bagian punggung, pinggang, bokong, dan ekstremitas bawah dengan tingkat risiko
tinggi. Sementara itu, hasil penilaian REBA menunjukkan bahwa postur kerja operator
berada pada kategori high risk dengan skor antara 7-9, sehingga memerlukan perbaikan
segera. Berdasarkan hasil tersebut, dilakukan perancangan fasilitas kerja berupa meja
dan kursi yang disesuaikan dengan data antropometri operator serta dilengkapi fitur
ergonomis seperti sandaran punggung, sandaran tangan, bantalan dudukan, dan footrest.
Hasil simulasi menggunakan software CATIA menunjukkan bahwa perancangan
fasilitas kerja mampu menurunkan skor REBA menjadi 2 yang termasuk dalam kategori
low risk. Hal ini menunjukkan bahwa fasilitas kerja yang dirancang efektif dalam
memperbaiki postur kerja operator serta berpotensi mengurangi risiko MSDs. Dengan
demikian, perancangan fasilitas kerja ergonomis dapat meningkatkan kenyamanan,
keamanan, dan efisiensi kerja pada aktivitas packaging di IKM Tempe Saswito.