Latar Belakang: Sepsis merupakan
masalah kesehatan global dengan tingkat mortalitas tinggi yang memerlukan
biomarker sederhana untuk memprediksi prognosis pasien secara cepat. Penelitian
ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan diskriminasi Neutrophil
Lymphocyte Ratio (NLR), Mean Platelet Volume (MPV), dan skor Sequential
Organ Failure Assessment (SOFA) dalam memprediksi mortalitas pasien sepsis.Metode: Observasional
analitik dengan pendekatan kohort retrospektif terhadap 90 sampel pasien sepsis
di ICU dan HCU RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Analisis data menggunakan uji
korelasi Spearman, Mann-Whitney U, kurva Receiver Operating Characteristic
(ROC), Uji DeLong, dan regresi logistik biner. Hasil: Skor SOFA
memiliki kemampuan diskriminasi sedang yang signifikan dengan Area Under the
Curve (AUC) sebesar 0,725 (p = 0,002; titik potong optimal ≥ 8,50;
sensitivitas 82,9%; spesifisitas 65,0%). Sebaliknya, kemampuan diskriminasi NLR
tergolong buruk dengan AUC 0,617 (p = 0,111), dan MPV dinilai gagal dengan AUC
0,593 (p = 0,207) sehingga keduanya tidak signifikan secara statistik. Hasil
uji DeLong menunjukkan tidak terdapat perbedaan kemampuan diskriminasi yang
signifikan secara statistik antara nilai AUC skor SOFA, NLR, dan MPV. Pada
analisis multivariat, hanya skor SOFA yang berpengaruh signifikan terhadap
probabilitas mortalitas pasien sepsis (p = 0,001; Odds Ratio = 1,333),
sedangkan NLR dan MPV tidak menunjukkan pengaruh bermakna setelah dikontrol
oleh skor SOFA.
Simpulan: Skor SOFA
merupakan prediktor klinis yang valid dan memiliki kemampuan diskriminasi
tertinggi dalam menentukan risiko mortalitas pasien sepsis, sementara parameter
hematologi sederhana seperti NLR dan MPV tidak memiliki kemampuan prediktif
yang signifikan pada populasi penelitian ini.