Latar Belakang: Sepsis merupakan kondisi medis darurat yang dipicu oleh reaksi peradangan sistemik ekstrem tubuh terhadap infeksi, yang berisiko mengakibatkan kerusakan serius pada organ vital hingga berujung pada kematian. Angka mortalitas akibat sepsis di Indonesia tergolong tinggi, yakni mencapai kisaran 40–60%. Penilaian prognosis dan identifikasi karakteristik klinis pasien sepsis di unit perawatan intensif (Intensive Care Unit/ICU) sangat krusial untuk menentukan agresivitas intervensi medis serta mengoptimalkan efektivitas terapi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pasien sepsis yang dirawat di ICU dan HCU RSUD Dr. Moewardi Surakarta berdasarkan usia, jenis kelamin, penyakit komorbid, sumber infeksi patogen, skor Sequential Organ Failure Assessment (SOFA), skor quick SOFA (qSOFA),penggunaan ventilator mekanik, durasi rawat inap (Length of Stay/LOS), dan outcome pasien.Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional deskriptif dengan rancangan retrospektif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik consecutive sampling terhadap data rekam medis pasien dewasa dengan diagnosis sepsis di ICU dan HCU RSUD Dr. Moewardi Surakarta periode Januari 2024 hingga Mei 2026. Didapatkan total sampel sebanyak 90 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data univariat disajikan dalam bentuk frekuensi dan persentase untuk data kategorik, serta nilai mean (rata-rata) dan standar deviasi (SD) untuk data numerik melalui perangkat lunak SPSS.Hasil: Dari 90 pasien, mayoritas laki-laki (51,1%) dengan rata-rata usia 53,1 ± 12,7 tahun. Patogen penyebab dominan adalah Escherichia coli (17,8%) dan Staphylococcus aureus (14.4%). Komorbiditas tertinggi meliputi pneumonia (40,0%), CKD (12,2%), dan Acute Kidney Injury (11,1%). Kondisi klinis pasien sangat kritis, ditandai rata-rata skor SOFA 10,5 ± 3,9, qSOFA 1,8 ± 0,7, serta 82,2% pasien membutuhkan ventilator mekanik. Rata-rata durasi rawat ICU dan HCU adalah 8,2 ± 8,15 hari. Angka mortalitas keseluruhan mencapai 77.78% (47,8% kematian lanjut dan 30,0% kematian dini), sedangkan pasien yang pulang hidup hanya 22,2%.Simpulan: Pasien sepsis yang dirawat di ICU dan HCU RSUD Dr. Moewardi didominasi oleh populasi laki-laki usia dewasa madya dengan tingkat disfungsi organ multiorgan yang sangat kritis (ditandai dengan tingginya skor SOFA dan ketergantungan ventilator). Pneumonia merupakan penyakit penyerta tersering, dan Escherichia coli menjadi mikroorganisme penyebab utama. Profil klinis yang parah ini berkorelasi dengan angka kematian pasien yang sangat tinggi (77,78%). Hal ini menunjukkan urgensi penguatan deteksi dini serta penanganan agresif pada periode emas (golden hour) penapisan sepsis