Latar Belakang: Sepsis merupakan kondisi kegawatdaruratan medis dengan mortalitas tinggi yang sering memerlukan perawatan intensif dalam jangka waktu bervariasi. Durasi perawatan di ICU dipengaruhi oleh berbagai faktor klinis, seperti derajat inflamasi, disfungsi organ, status mikrobiologis, dan komorbiditas pasien. Namun peran faktor-faktor tersebut terhadap durasi perawatan masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten, khususnya pada populasi lokal.Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan cross-sectional. Sampel terdiri dari 100 pasien sepsis di ICU RSUD Dr. Moewardi periode 2024-2025. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman untuk variabel numerik dan uji Mann–Whitney U untuk variabel kategorik. Selanjutnya, analisis multivariat dilakukan menggunakan Generalized Linear Model (GLM) untuk menilai pengaruh simultan variabel independen terhadap durasi perawatan.Hasil: Analisis bivariat menunjukkan bahwa NLR tidak berhubungan secara signifikan dengan durasi perawatan (ρ = –0,130; p = 0,196), demikian pula skor SOFA (ρ = 0,077; p = 0,447). Tidak terdapat perbedaan durasi perawatan yang bermakna berdasarkan hasil kultur (p = 0,782) maupun komorbiditas (p = 0,768). Hasil analisis multivariat menggunakan GLM menunjukkan bahwa hasil kultur (p = 0,490), komorbiditas (p = 0,616), NLR (p = 0,442), dan skor SOFA (p = 0,768) tidak berpengaruh signifikan terhadap durasi perawatan pasien sepsis di ICU.Simpulan: Tidak terdapat hubungan maupun pengaruh yang bermakna antara NLR, skor SOFA, hasil kultur, dan komorbiditas terhadap durasi perawatan pasien sepsis di ICU RSUD Dr. Moewardi.