Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis jenis-jenis kesalahan yang
dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal cerita KPK dan FPB berdasarkan teori
Newman pada siswa kelas V SDN 3 Prembun tahun ajaran 2025/2026; (2)
mendeskripsikan faktor penyebab kesalahan yang dilakukan siswa dalam
menyelesaikan soal cerita KPK dan FPB berdasarkan teori Newman; dan (3)
mendeskripsikan alternatif solusi terhadap kesalahan yang dilakukan siswa dalam
menyelesaikan soal cerita KPK dan FPB berdasarkan teori Newman.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi
kasus. Subjek penelitian adalah 14 siswa kelas V SDN 3 Prembun yang terdiri dari
10 siswa laki-laki dan 4 siswa perempuan, serta guru kelas V. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui tes soal cerita, wawancara, dan observasi. Uji validitas data
menggunakan triangulasi teknik. Teknik analisis data meliputi reduksi data,
penyajian data, dan penarikan simpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat empat jenis kesalahan
yang ditemukan berdasarkan Newman Error Analysis (NEA), yaitu Comprehension
Error (92,8%), Encoding Error (82,8%), Transformation Error (38,5%), dan
Reading Error (12,8%), dengan Comprehension Error dan Encoding Error sebagai
kesalahan yang paling dominan; (2) faktor penyebab kesalahan terdiri dari faktor
internal (siswa tidak memahami makna kata, tidak dapat membedakan penggunaan
KPK dan FPB, tidak mengetahui cara penulisan kesimpulan, serta tergesa-gesa
dalam mengerjakan soal) dan faktor eksternal (guru tidak menjelaskan kosakata
Matematika secara eksplisit, tidak membimbing penulisan informasi diketahui dan
ditanya, serta tidak menekankan pentingnya penulisan kesimpulan); (3) alternatif
solusi bagi siswa meliputi membiasakan membaca soal secara cermat,
menggarisbawahi kata kunci, dan mengerjakan soal secara sistematis, sedangkan
bagi guru meliputi menjelaskan kosakata Matematika secara eksplisit, memberikan
bimbingan terstruktur pada setiap tahapan penyelesaian soal, serta menerapkan
lembar kerja berbasis Newman Error Analysis (NEA).
Simpulan penelitian ini adalah Comprehension Error merupakan kesalahan
paling dominan yang disebabkan oleh rendahnya literasi Matematika siswa,
sehingga diperlukan intervensi pembelajaran yang komprehensif dari sisi siswa
maupun guru untuk mereduksi kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita KPK dan
FPB.