Perilaku bullying di lingkungan sekolah masih menjadi permasalahan serius yang
berkaitan dengan kondisi psikologis internal remaja, salah satunya kematangan
emosi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh konseling kelompok
berbasis Cognitive Behavioral Therapy (CBT) terhadap peningkatan kematangan
emosi pada siswa dengan kecenderungan perilaku bullying. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain true experimental
Matched-Pairs Pretest-Posttest Control Group Design. Variabel bebas dalam
penelitian ini adalah konseling kelompok CBT, sedangkan variabel terikat adalah
kematangan emosi yang diukur menggunakan Skala Kematangan Emosi dengan
21 item valid. Seleksi subjek dilakukan melalui screening menggunakan Skala
Perilaku Bullying dengan 18 item valid terhadap seluruh populasi yang berjumlah
168 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan
kriteria inklusi siswa yang memiliki skor kecenderungan bullying kategori tinggi,
sehingga diperoleh 12 siswa yang terbagi menjadi kelompok eksperimen (n=6)
yang mendapat intervensi CBT dan kelompok kontrol (n=6) yang mendapat
intervensi psikologi positif. Analisis data menggunakan paired samples t-test dan
independent samples t-test dengan bantuan program Jamovi. Hasil uji paired
samples t-test menunjukkan peningkatan kematangan emosi yang signifikan pada
kelompok eksperimen setelah mendapatkan intervensi CBT (p<0,001). Hasil uji
independent samples t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor
posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (p=0,001) dengan besaran
pengaruh (Cohen's d) sebesar 1,335 yang tergolong besar. Berdasarkan hasil
tersebut, konseling kelompok berbasis CBT terbukti berpengaruh signifikan
terhadap peningkatan kematangan emosi pada siswa dengan kecenderungan
perilaku bullying.