Tingginya tingkat kecenderungan pemikiran people pleasing
pada siswa dapat berdampak negatif terhadap kemampuan dalam memprioritaskan
kebutuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan konseling
kelompok cognitive behavior therapy untuk mereduksi kecenderungan
pemikiran people pleasing siswa kelas XI SMA negeri 1 Surakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif metode quasi eksperimental
dengan one group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 8
orang yang dipilih menggunakan purposive sampling dengan kriteria
memiliki tingkat kecenderungan pemikiran people pleasing yang tinggi. Instrumen pengumpulan data
menggunakan skala psikologis yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Uji
validitas isi menggunakan CVI (Content Validity Index), uji validitas
konstruk menggunakan Product Moment, dan uji reliabilitas menggunakan Alpha
Cronbach. Analisis data menggunakan Gain Score dan Uji Wilcoxon.
Hasil analisis Gain Score menunjukkan adanya perbedaan skor sebelum
dilakukan intervensi (pre-test) sebesar 580 dan setelah diberikan
intervensi (post-test) sebesar 464 yang berarti bahwa terjadi
penurunan tingkat kecenderungan pemikiran people pleasing sebesar 116. Hasil
uji Wilcoxon diperoleh nilai signifikansi sebesar 0.012 yang berarti
nilai tersebut kurang dari kriteria nilai signifikasi yang telah ditentukan
yakni sebesar <0.05. Hasil tersebut menunjukkan hipotesis (Ha) diterima, yang
berarti konseling kelompok cognitive behavior therapy efektif untuk
mereduksi kecenderungan pemikiran people pleasing siswa kelas XI SMA
Negeri 1 Surakarta. Saran bagi guru BK untuk dapat menggunakan hasil penelitian
ini sebagai dasar rujukan dalam melaksanakan strategi layanan konseling
kelompok cognitive behavior therapy untuk mereduksi kecenderungan
pemikiran people pleasing pada siswa. Peneliti selanjutnya dapat melengkapi
dengan penggunaan media yang variatif, inovatif, dan menarikĀ untuk digunakan dalam layanan konseling
kelompok untuk mereduksi kecenderungan pemikiran people pleasing.