Peningkatan kompetensi teknis petani milenial
dalam pengelolaan pascapanen kopi menjadi isu strategis mengingat tingginya
permintaan kopi Indonesia di pasar global. Penelitian ini bertujuan
menganalisis peningkatan kompetensi teknis pengelolaan pascapanen kopi pada
petani milenial Kabupaten Temanggung pasca pelatihan pengolahan hasil kopi dan
agribisnis barista kopi oleh Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Jawa Tengah,
menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta mengidentifikasi
pengaruh motivasi petani dan pelatihan terhadap kompetensi teknis tersebut.
Penelitian kuantitatif deskriptif dilakukan di Kabupaten Temanggung dengan
metode sensus pada 60 petani milenial peserta pelatihan angkatan 1–4 periode
2019–2023. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi, dan
dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan regresi
linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa 40% responden memiliki kompetensi
teknis pengelolaan pascapanen kopi pada kategori cukup baik, 46,7% menilai
kualitas pelatihan dalam kategori baik, dan 45% memiliki motivasi tinggi.
Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 3,707 + 0,836X1 + 0,473X2 dengan
nilai F = 241,332 (sig. 0,000). Nilai koefisien determinasi R² = 0,894,
menunjukkan bahwa pelatihan dan motivasi petani secara bersama-sama mampu
menjelaskan 89,4% variasi kompetensi teknis. Disimpulkan bahwa pelatihan
pengolahan hasil kopi dan agribisnis barista kopi serta motivasi petani
berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi teknis pengelolaan
pascapanen kopi petani milenial. Disarankan penyesuaian metode pelatihan yang
lebih aplikatif untuk meningkatkan kapasitas petani milenial secara berkelanjutan.