Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil
kemampuan pemecahan masalah siswa berdasarkan IDEAL Problem Solving siswa kelas
VIII SMPN 1 Kebakkramat ditinjau dari motivasi belajar siswa pada materi sistem
persamaan linear dua variabel (SPLDV). Penelitian ini merupakan penelitian
kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian studi kasus. Sumber data
penelitian ini adalah hasil
pengisian angket motivasi belajar serta hasil wawancara berbasis tugas. Teknik
pengambilan sampel dilakukan dengan purposive
sampling dengan 6 subjek penelitian berdasarkan pertimbangan dari hasil
pengisian angket motivasi belajar. Pengumpulan data dilakukan dengan angket
motivasi belajar dan wawancara berbasis tugas. Teknik uji validitas data yang
digunakan adalah triangulasi waktu dengan teknik analisis data model Miles dan
Huberman. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, siswa dengan motivasi belajar tinggi memiliki
kemampuan pemecahan masalah yang baik dengan melaksanakan dan memenuhi kelima
tahapan dari IDEAL Problem Solving
dengan baik. Kedua, siswa dengan
motivasi belajar sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah yang cukup baik
dengan melaksanakan kelima tahapan dari IDEAL
Problem Solving belum optimal dalam beberapa tahap seperti Explore possible strategies, Anticipate
outcomes and act, dan Look back and learn. Ketiga, siswa dengan motivasi belajar rendah memiliki kemampuan
pemecahan masalah kurang baik karena dapat melaksanakan kelima tahapan dari IDEAL Problem Solving namun belum
optimal karena siswa masih kesulitan dalam tahap Explore possible strategies, Anticipate outcomes and act, dan Look back
and learn. Keempat, kemampuan
pemecahan masalah matematika siswa berbeda di setiap tingkatan motivasi belajar. Siswa yang memiliki motivasi belajar
matematika yang tinggi memiliki kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik
daripada siswa dengan motivasi belajar sedang dan rendah.