Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah lansia di Indonesia yang diikuti
berbagai permasalahan psikologis, khususnya pada lansia yang tinggal di panti werdha,
seperti kesepian, kehilangan peran sosial, dan rendahnya kepuasan hidup. Salah satu
intervensi psikososial yang berpotensi meningkatkan kepuasan hidup lansia adalah
Pelatihan Nostalgia, yaitu kegiatan terstruktur yang mendorong lansia mengingat dan
merefleksikan pengalaman hidup bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh Pelatihan Nostalgia (PN) terhadap kepuasan hidup lansia di panti werdha di
wilayah Solo Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kuasi eksperimental
dengan desain nonequivalent control group pretest-posttest. Partisipan penelitian adalah
lansia yang tinggal di Panti Werdha di Solo Raya berjumlah 23 lansia yang terdiri dari 8
lansia pada kelompok eksperimen dan 15 lansia pada kelompok kontrol. Pengambilan
sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran variabel kepuasan
hidup menggunakan Satisfaction With Life Scale (SWLS; α = 0,862). Hasil uji Mann
Whitney menunjukkan bahwa tidak ada perubahan kepuasan hidup yang bermakna secara
statistik pada kelompok eksperimen jika dibandingkan dengan kelompok kontrol (U =
36,500; p = 0,129). Hasil uji Wilcoxon menegaskan bahwa tidak ada perbedaan kepuasan
hidup yang signifikan setelah kelompok eksperimen menerima PN (Z = -0,536; p = 0,592).
Berdasarkan hasil tersebut, penelitian selanjutnya perlu mengembangkan Pelatihan
Nostalgia dengan durasi yang lebih panjang, jumlah partisipan yang lebih besar, dan
mempertimbangkan keberagaman karakteristik lansia untuk memperoleh hasil yang lebih
optimal.