Lanjut usia (lansia) merupakan kelompok individu yang memasuki tahap akhir kehidupan dan rentan mengalami berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Salah satu masalah psikologis yang banyak dialami lansia adalah kecemasan, yang dapat berdampak negatif pada kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gejala kecemasan dengan kualitas hidup lansia yang tinggal di panti werdha Solo Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan penelitian adalah 103 lansia yang tinggal di panti werdha Solo Raya yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria lansia yang tinggal di panti werdha minimal selama enam bulan, mampu berkomunikasi dengan baik, bersedia dan secara sukarela ikut serta dalam penelitian. Partisipan berusia dari 60 tahun hingga 94 tahun dengan rata-rata usia 27 tahun (SD=8.06) dan didominasi oleh perempuan (91.3%). Instrumen yang digunakan adalah Geriatric Anxiety Inventory (GAI) untuk mengukur kecemasan dan EuroQol Five Dimensions (EQ-5D) untuk mengukur kualitas hidup lansia. Data dikumpulkan antara 22 Oktober hingga 1 November 2024 lalu dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank untuk melihat hubungan antara kedua variabel. Uji statistik menunjukkan hubungan positif yang signifikan antara gejala kecemasan dan kualitas hidup lansia (r = 0.72, p<0>kecemasannya maka semakin buruk kualitas hidup lansia, demikian pula sebaliknya. Berdasarkan temuan ini, lansia perlu dibantu untuk memelihara kesehatan mentalnya dan panti werdha diharapkan untuk menyediakan program dukungan psikologis bagi lansia, khususnya dalam mencegah dan mengelola gejala kecemasan.