Penelitian
ini dilatarbelakangi oleh rendahnya sustainability literacy peserta
didik yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru serta
kurang optimalnya penerapan pendekatan pembelajaran yang kontekstual dan
bermakna. Selain itu, tuntutan pembelajaran abad ke-21 mendorong perlunya
penerapan model pembelajaran yang mampu meningkatkan sustainability literacy
peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh model Problem
Based Learning (PBL) dengan pendekatan deep learning terhadap sustainability
literacy peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
dengan desain quasi experimental design. Sampel penelitian terdiri atas
peserta didik kelas IX A sebagai kelas eksperimen yang memperoleh perlakuan
berupa penerapan model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan deep
learning sebanyak 31 peserta didik dan kelas IX B sebagai kelas kontrol
yang memperoleh perlakuan berupa penerapan model Direct Instruction
dengan pendekatan saintifik sebanyak 32 peserta didik. Teknik pengumpulan data
menggunakan four-tier diagnostic test, lembar observasi, dan angket sustainability
literacy. Analisis data meliputi uji normalitas Kolmogorov-Smirnov,
uji homogenitas Levene, uji Independent Sample t-test, dan uji N-gain.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa data pretest dan posttest
berdistribusi normal dengan nilai signifikansi > 0,05. Hasil uji hipotesis
memperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 sehingga
menunjukkan adanya pengaruh signifikan penerapan model PBL dengan pendekatan deep
learning terhadap sustainability literacy peserta didik. Peningkatan
sustainability literacy pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan
kelas kontrol dengan rata-rata N-gain sebesar 0,7635 berkategori tinggi,
sedangkan kelas kontrol memperoleh rata-rata N-gain sebesar 0,5945
berkategori sedang. Berdasarkan ketiga domain sustainability literacy,
domain sustainability relevant values menunjukkan capaian rata-rata
tertinggi sebesar 84,68, diikuti sustainability knowledge sebesar 80,06,
sedangkan sustainability skills memperoleh rata-rata terendah sebesar
76,61. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning
(PBL) dengan pendekatan deep learning berpengaruh signifikan terhadap
peningkatan sustainability literacy peserta didik pada materi energi
terbarukan.