Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengembangkan media pembelajaran interaktif berbantuan Nearpod dan Geogebra Classroom berbasis pembelajaran mendalam untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa, (2) mengetahui kevalidan dan kepraktisan media pembelajaran, serta (3) mengetahui keefektifannya. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate). Sumber data penelitian ini adalah guru pengampu mata pelajaran matematika kelas XI, siswa kelas XI-F6 dan XI-F7. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi, wawancara angket dan instrumen tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisisi kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan untuk peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, pengembangan media dengan tahapan ADDIE, meliputi analisis kebutuhan, perancangan desain media pembelajaran dan modul ajar, penyusunan media, validasi, uji coba media, implementasi pre-test, penggunaan media saat pembelajaran, post-test, serta evaluasi kepraktisan dan keefektifan media. Kedua, hasil validasi ahli materi memperoleh skor 0,9 dan ahli media 0,94167, keduanya tergolong kriteria validitas sangat tinggi. sehingga media dinyatakan valid untuk pembelajaran statistika regresi linear. Ketiga, hasil penilaian angket kepraktisan menghasilkan media dengan kategori sangat praktis menurut guru dengan rerata 90 persen dan kategori praktis menurut siswa dengan rerata 76,36 persen. Keempat, hasil pre-test dan post-test diperoleh hasil rata-rata N-Gain sebesar 0,2190114 dalam kategori peningkatan rendah. Meskipun demikian, 14 dari 33 siswa memperoleh peningkatan pada kategori sedang dan sebagian besar siswa mengalami perkembangan pada tahapan kemampuan pemecahan masalah matematika. Dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran interaktif Nearpod dan Geogebra Classroom dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa tetapi belum optimal. Hal tersebut diduga disebabkan oleh penyampaian materi yang kurang maksimal akibat keterbatasan waktu dan kurang optimalnya kesungguhan sebagian siswa dalam mengerjakan post-test karena hasil tes tidak dijadikan komponen penilaian akademik.