Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui: (1) manakah perlakuan pembelajaran yang
menghasilkan kemampuan pemecahan masalah matematika lebih baik antara
pendekatan pembelajaran mendalam berbasis strategi PQ4R dalam model Problem
Based Learning (PBL) atau pembelajaran konvensional tanpa bantuan strategi
PQ4R; (2) manakah kategori kecemasan matematika yang memiliki kemampuan
pemecahan masalah matematika lebih baik pada materi Teorema Pythagoras; (3)
pada setiap kategori kecemasan matematika, perlakuan pembelajaran mana yang
menghasilkan kemampuan pemecahan masalah matematika lebih baik; dan (4) pada
setiap perlakuan pembelajaran, kategori kecemasan matematika mana yang memiliki
kemampuan pemecahan masalah matematika lebih baik. Penelitian ini merupakan
penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial 2×3. Populasi penelitian
adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 7 Kota Surakarta Tahun Ajaran
2025/2026. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik cluster random sampling,
yaitu kelas VIII E sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII F sebagai kelas
kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, angket
kecemasan matematika, dan tes kemampuan pemecahan masalah matematika. Analisis
data dilakukan menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama dan
uji komparasi ganda metode Scheffe pada taraf signifikansi 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa:
(1) pendekatan pembelajaran mendalam berbasis strategi PQ4R dalam model PBL
menghasilkan kemampuan pemecahan masalah matematika yang lebih baik
dibandingkan pembelajaran konvensional (2) siswa dengan kecemasan rendah dan
sedang memiliki kemampuan yang sama dan lebih baik dibandingkan siswa dengan
kecemasan tinggi; (3) pendekatan pembelajaran mendalam berbasis strategi PQ4R lebih
baik dari pembelajaran konvensional untuk pada tingkat kecemasan tinggi,
sedang, maupun rendah; dan (4) Siswa dengan tingkat kecemasan matematika rendah
dan sedang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika yang sama serta
lebih baik dibandingkan siswa dengan tingkat kecemasan matematika tinggi, baik
pada kelompok yang memperoleh pendekatan pembelajaran mendalam berbasis
strategi PQ4R maupun pada kelompok yang memperoleh pembelajaran konvensional.