Pertanian
memiliki peran sentral dalam pemenuhan kebutuhan pangan melalui sistem yang
berkelanjutan, salah satunya pertanian organik. Namun, Desa Kalimiru yang
memiliki potensi besar belum sepenuhnya beralih ke sistem tersebut. Penerapan
pertanian di desa ini masih bersifat semi-organik, sehingga terdapat
kesenjangan antara potensi lahan, dukungan yang tersedia, dan minat petani
dalam proses adopsi pertanian organik.Tujuan
penelitian adalah untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi minat petani
beralih ke pertanian organik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik proportionate
random sampling, di mana sampel diambil dari seluruh anggota
kelompok tani di Desa Kalimiru, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Data
penelitian dianalisis melalui pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode
analisis regresi linear berganda melalui IBM SPSS Statistic 25. Metode
pengumpulan data melalui kuesioner dengan skala Likert sebagai alat ukurnya.
Penelitian menggunakan tiga variabel bebas yakni sikap petani, norma subjektif
dan kontrol perilaku yang dipersepsikan. Variabel tersebut digunakan untuk
mengukur variabel terikat yakni minat petani beralih ke pertanian organik.
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa tingkat minat responden beralih ke pertanian organik
terbanyak dalam kategori tinggi sebesar 39% diikuti kategori sedang sebesar
37%. bahwa secara umum petani telah memiliki kecenderungan positif untuk
beralih ke pertanian organik, namun sebagian besar masih berada pada tahap
pertimbangan sebelum memutuskan untuk menerapkannya. Hal ini dikarenakan
meskipun dukungan sosial tersedia dari penyuluh dan kelompok tani, petani masih
mengalami kendala teknis dan sumber daya yang belum tersedia. Sikap petani
berada pada kategori sedang sebesar 42%, norma subjektif berada pada kategori
tinggi sebesar 56%, dan kontrol perilaku yang dipersepsikan berada pada
kategori sedang sebesar 49%. Hasil analisis secara simultan sikap petani, norma
subjektif dan kontrol perilaku yang dipersepsikan berpengaruh secara
bersama-sama terhadap minat petani. Secara parsial menunjukkan bahwa norma
subjektif dan kontrol perilaku yang dipersepsikan berpengaruh signifikan terhadap
minat petani sedangkan sikap petani tidak berpengaruh signifikan. Nilai Adjusted
R Square sebesar 0,715 menunjukkan bahwa sebesar 71,5% variasi minat petani
dapat dijelaskan oleh ketiga variabel dalam model, sedangkan 28,5% dipengaruhi
oleh faktor lain di luar model. Kesimpulannya, petani memiliki kesediaan untuk
mencoba namun petani masih mempertimbangkan ketika perlu merencanakan,
mengupayakan dan menerapkan secara berkelanjutan. Tidak hanya itu, sikap petani
tidak signifikan karena meskipun petani memiliki penilaian positif terhadap
hasil, petani masih mempertimbangkan manfaat, risiko dan kompleksitas proses
penerapannya. Implikasinya, perlu penguatan dukungan sosial seperti penyuluh,
kelompok tani dan pemerintah serta peningkatan kemampuan dan ketersediaan
sumber daya, guna meningkatkan minat petani beralih ke pertanian organik.