Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan implementasi Kebijakan
Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Mandiri di LLDIKTI Wilayah III.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan
menggunakan teknik purposive sampling yaitu Tim Kerja Belmawa LLDIKTI,
dosen, dan mahasiswa, serta studi dokumentasi. Validitas Data dilakukan dengan
triangulasi sumber dan analisis meliputi proses pengumpulan data, kondensasi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa LLDIKTI Wilayah III mengalami hambatan
yaitu besarnya beban tanggung jawab fasilitasi dengan perguruan tinggi dibawah
naungannya. Pada karakteristik masalah, hambatan muncul karena rumitnya proses
konversi SKS, beragamnya bentuk perguruan tinggi swasta seperti universitas,
politeknik, akademi, institut, dan sekolah tinggi, jumlah sasaran yang terlalu banyak
dibanding kapasitas tim pelaksana, serta tuntutan perubahan pola pembelajaran dari
cara konvensional ke pola baru yang harus dilakukan secara bersamaan. Pada
kemampuan kebijakan, hambatan terlihat dari belum sejalannya tujuan kebijakan
yang sudah dirancang dengan baik dengan kemampuan nyata untuk
melaksanakannya di lapangan, karena keterbatasan SDM dan anggaran, koordinasi
yang masih berjalan satu arah, serta belum adanya cara khusus untuk menjalin kerja
sama dengan pihak luar. Pada faktor lingkungan, hambatan disebabkan oleh
anggaran dan teknologi yang masih terbatas dan belum merata, sosialisasi yang
belum menjangkau semua pihak, serta komitmen yang sudah diperkuat melalui
Surat Keputusan Kepala LLDIKTI Wilayah III namun belum diimbangi dengan
kesiapan SDM yang ada.