Pneumonia komunitas
merupakan penyakit infeksi yang ditandai dengan terjadinya inflamasi pada
kantung udara atau alveoli di paru – paru yang disebabkan oleh virus, bakteri,
atau jamur. Pneumonia jenis ini merupakan pneumonia yang diperoleh di
masyarakat atau di luar rumah sakit. Pneumonia komunitas termasuk dalam 10
penyakit yang paling banyak membutuhkan rawat inap. Terapi utama untuk
pneumonia komunitas adalah antibiotik. Keberhasilan terapi antibiotik
bergantung pada kerasionalan penggunaan antibiotik. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik dan menilai rasionalitas
penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia komunitas dewasa di instalasi rawat
inap Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret periode Januari 2022 - Desember
2023. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif
berdasarkan rekam medis pasien. Evaluasi penggunaan antibiotik dilakukan dengan
menggunakan metode gyssens. Data yang diambil dari rekam medis meliputi usia,
jenis kelamin, diagnosis, antibiotik yang digunakan, lama perawatan, dan hasil
laboratorium. Pada penelitian ini didapatkan sebanyak 41 sampel yang memenuhi
kriteria inklusi.
Hasil penelitian
menunjukkan antibiotik yang sering diresepkan oleh yaitu levofloksasin sebesar
20 kasus (48,78%), seftriakson 11 kasus (26,83%), ampisilin sulbactam 2 kasus
(4,88%) dan ampisilin 1 kasus (2,44%). Terapi kombinasi yang digunakan yaitu
seftriakson + levofloksasin sebesar 4 kasus (9,75%), ampisilin + siprofloksasin
1 kasus (2,44%), seftriakson + azitromisin 1 kasus (2,44%) dan cefotaxime +
levofloksasin sebesar 1 kasus (2,44%). Hasil evaluasi rasionalitas penggunaan
antibiotik menggunakan metode Gyssens menunjukkan hasil berupa penggunaan
antibiotik yang tergolong rasional (kategori 0) sebanyak 19 kasus (46,34%).
Sementara itu, penggunaan antibiotik yang tidak rasional berdasarkan durasi
terapi terlalu singkat (kategori IIIB) sebanyak 8 kasus (19,51%) dan terdapat
antibiotik yang lebih efektif (kategori IVA) sebanyak 14 kasus (34,15%).