Ajeng Kamila Rosa.
K3222002. Pembimbing: Dr. Lili Hartono, S.Sn., M.Hum. KAJIAN MAKNA MOTIF
BATIK PRODUKSI BATIK TULIS BANARAN SEBAGAI IDENTITAS LOKAL KABUPATEN MADIUN.
Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas
Maret Surakarta, Juli 2026Penelitian ini bertujuan
untuk (1) mendeskripsikan latar belakang penciptaan motif batik produksi Batik
Tulis Banaran (Motif Parang Pesilat, Motif Jati Melayang, dan Motif Keris
Tundhung Madiun) sebagai representasi identitas lokal Kabupaten Madiun, (2)
menganalisis makna filosofis motif batik sebagai identitas lokal Kabupaten
Madiun melalui struktur motif batik. Penelitian ini merupakan penelitian yang
menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber
data dalam penelitian ini meliputi peristiwa dan proses perwujudan visual motif
batik di Batik Tulis Banaran yang merepresentasikan identitas lokal Kabupaten Madiun, informan (pemilik Batik Tulis
Banaran), dan dokumen (buku katalog Batik Tulis Banaran). Teknik pengambilan
sampel dilakukan dengan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan
dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Teknik uji
validitas yang digunakan adalah triangulasi data (sumber) dan triangulasi
peneliti. Analisis data dengan menggunakan teknik analisis interaktif. Hasil
penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, latar belakang
penciptaan motif batik produksi Batik Tulis Banaran berangkat dari upaya
mengangkat dan melestarikan identitas lokal Kabupaten Madiun melalui
visualisasi unsur budaya, sejarah, dan potensi alam daerah. Kedua, makna filosofis dalam Batik
Tulis Banaran terletak pada motif utama sebagai pembawa makna utama dari
keseluruhan kain batik. Motif Parang Pesilat merepresentasikan nilai
perjuangan, ketangguhan, dan perlindungan yang mencerminkan identitas Kabupaten
Madiun sebagai Kampung Pesilat yang diambil dari motif parang, figur pesilat,
dan alat musik Dongkrek. Motif Jati Melayang mengandung makna ketahanan,
pengorbanan, dan kemanfaatan hidup yang diambil dari filosofi siklus gugurnya
daun jati serta sifat dari seorang pesilat. Sementara itu, Motif Keris Tundhung
Madiun memuat nilai kekuatan, ketahanan sosial, kebijaksanaan, dan pertumbuhan
yang berakar pada simbol keris dan lingkar tahun pohon jati. Temuan ini
menegaskan bahwa Batik Tulis Banaran tidak hanya memiliki nilai estetis, tetapi
juga menjadi media visual dalam merepresentasikan identitas lokal, nilai
budaya, dan pandangan hidup masyarakat Madiun.