Bawang
merah (Allium cepa Var. aggregatum L.) merupakan komoditas
hortikultura penting di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Penggunaan
True Shallot Seed (TSS) menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan
produktivitas. Keberhasilan budidaya bawang merah TSS dipengaruhi oleh kualitas
bibit, yang dipengaruhi oleh media semai dan konsentrasi pupuk organik cair
(POC). Penelitian ini bertujuan memperoleh kombinasi campuran media semai dan
konsentrasi POC yang optimum terhadap pertumbuhan bibit bawang merah TSS.
Penelitian dilaksanakan di Desa Ngringo, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar
pada bulan September 2025 - Januari 2026.
Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) factorial dengan dua
faktor. Faktor pertama campuran media semai yang terdiri dari 3 taraf (M1:
tanah + pupuk kandang + cocopeat, M2: tanah + pupuk kandang + arang
sekam, M3: tanah + pupuk kandang + cocopeat + arang sekam). Faktor kedua
konsentrasi POC 4 taraf (P0: 0 mL L⁻¹, P1: 5 mL L⁻¹, P2:10 mL L⁻¹, P3:15 mL L⁻¹).
Data dianalisis menggunakan ANOVA (uji F taraf 1% dan 5%), dilanjutkan dengan
uji DMRT 5% dan uji regresi. Interaksi campuran media semai dan konsentrasi POC
berpengaruh nyata terhadap tinggi bibit 26,033 g, bobot brangkasan segar 0,7813
g dan bobot brangkasan kering 0,054 g. Media tanah + pupuk kandang +
cocopeat + arang sekam optimal pada pembibitan, sedangkan media tanah +
pupuk kandang + arang sekam menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman terbaik
setelah pindah tanam. Konsentrasi POC berpengaruh sangat nyata terhadap tinggi
bibit, panjang akar, bobot brangkasan segar, bobot brangkasan kering,
persentase bibit siap tanam dan laju asimilasi bersih (LAB), dengan respons optimum
berdasarkan analisis regresi berkisar antara 9,14-13,30 mL L⁻¹. Media semai dan
konsentrasi POC tidak berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan relatif (LPR)
dan leaf area ratio (LAR).