Bawang merah (Allium cepa var.
Agregatum) merupakan komoditas hortikultura strategis yang diusahakan
secara intensif oleh petani. Penanaman bawang merah kerap dilakukan pada Tanah
Entisol yang memiliki tekstur berpasir, kandungan bahan organik rendah,
ketersediaan unsur hara N, P, dan K rendah, sehingga diperlukan perbaikan
kesuburan tanah. Salah satu pembenah tanah yang potensial adalah biochar
tongkol jagung, yang dapat diberikan dalam bentuk serbuk maupun ekstrak.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biochar tongkol jagung dalam
bentuk ekstrak dan serbuk terhadap sifat kimia, fisika, dan biologi Tanah
Entisol serta pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah. Penelitian
dilaksanakan pada bulan Maret - Agustus 2025 di Rumah Kaca dan Laboratorium
Kimia dan Kesuburan Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret. Penelitian menggunakan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga diperoleh 27 unit
percobaan. Perlakuan terdiri atas kontrol (A), ekstrak biochar 0,1% (B), 0,2%
(C), 0,5% (D), 1% (E), serta biochar serbuk 2 ton/ha (F), 4 ton/ha (G), 10
ton/ha (H), dan 20 ton/ha (I). Parameter yang diamati meliputi pH,
N-Total, P-Tersedia, K-Tersedia, C-Organik, KTK, kapasitas menahan air,
C-Mikroba, tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat umbi segar. Analisis data dengan uji ANOVA,
dilanjutkan uji DMRT dengan taraf kepercayaan 95%, dan uji korelasi Pearson.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar tongkol jagung dalam
bentuk ekstrak maupun serbuk berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter sifat
kimia, fisika, dan biologi Tanah Entisol, serta pertumbuhan dan hasil tanaman
bawang merah. Perlakuan biochar serbuk dengan dosis 20 ton/ha (I) secara
konsisten memberikan hasil terbaik pada seluruh parameter yang diamati, yaitu
pH 7,02; N-Total 0,552%; P-Tersedia 6,373 ppm; K-Tersedia 0,818 cmol kg⁻¹;
C-Organik 1,411%; KTK 20,475 cmol kg⁻¹; WHC 55,01%; C-Mikroba 0,2623 µg g⁻¹;
tinggi tanaman 37,04 cm; jumlah daun 29,54 helai; dan berat umbi segar 18,16 g/tanaman.