Tanah Vertisol didominasi oleh fraksi mineral tipe 2:1 (smektit) dengan nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK) tinggi dan kejenuhan basa tinggi. Tanah Vertisol memiliki kandungan hara total yang tinggi, namun sebagian besar terfiksasi oleh mineral liat sehingga ketersediaannya bagi tanaman rendah. Perbaikan kesuburan tanah dapat dilakukan yaitu melalui penambahan biochar berbahan tongkol jagung yang mampu meningkatkan C organik dan ketersediaan hara dengan efek residual hingga beberapa musim tanam. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh dan efektivitas residu biochar bentuk ekstrak dan serbuk terhadap ketersediaan dan serapan hara N, P, K pada bawang merah di tanah Vertisol pada musim tanam kedua. Penelitian menggunakan RAL faktor tunggal dengan 9 perlakuan dan 3 ulangan: A) Kontrol; B) Residu biochar ekstrak 5000 l/ha: C) Residu biochar ekstrak 10.000 l/ha; D) Residu biochar ekstrak 25.000 l/ha; E) Residu biochar ekstrak 50.000 l/ha; F) Residu biochar serbuk 2 ton/ha; G) Residu biochar serbuk 4 ton/ha; H) Residu biochar serbuk 10 ton/ha; I) Residu biochar serbuk 20 ton/ha. Parameter tanah yangdiamati meliputi pH, C organik, KTK, N total, P tersedia, K tersedia. Parameter tanaman meliputi tinggi tanaman, diameter umbi, bobot umbi segar, serapan hara N, P, K. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA, dilanjutkan dengan uji DMRT dengan taraf kepercayaan 95%, dan uji Korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh perlakuan residu biochar berpengaruh terhadap meningkatkan ketersediaan dan serapan hara N, P, K serta pertumbuhan dan hasil bawang merah. Residu biochar serbuk lebih efektif dibandingkan residu biochar ekstrak dalam meningkatkan ketersediaan dan serapan hara N, P, K serta pertumbuhan dan hasil bawang merah pada musim tanam kedua. Residu biochar serbuk 20 ton/ha (I) meningkatkan N total 116%, P tersedia 55,60 %, K tersedia 97,47%, serapan N 200 %, serapan P 150%, serapan K 113%, tinggi tanaman 31,43%, diameter umbi 92,73%, bobot umbi segar 54,40%.