Limbah ampas tebu merupakan salah satu limbah agroindusri yang
memiliki potensi sebagai bahan organik untuk pertanian. Bahan organik dari
ampas tebu bersifat lambat tersedia untuk tanaman sehingga terdapat asumsi
bahwa penggunaan bahan organik untuk tanaman berumur pendek, memungkinkan
untuk dapat ditanami tanaman berumur
pendek lainnya secara berurutan tanpa memerlukan masukan bahan organik yang
baru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan
residual ampas tebu dalam bentuk kompos, biochar, dan bio-kompos terhadap
efisiensi penggunaan pupuk majemuk NPK serta hasil tanaman bawang merah pada
musim tanam ke-dua di tanah Inceptisol. Penelitian dilaksanakan pada bulan
Mei-Oktober 2024 di Rumah Kaca Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret.
Analisis laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian, Universitas
Sebelas Maret. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua
faktor perlakuan, yaitu residual kompos, biochar, dan biokompos pada musim
tanam sebelumnya dan pupuk majemuk NPK dalam berbagai taraf dosis (0%, 50%, dan
100% dosis rekomendasi).
Variabel yang diamati dalam penelitian ini diantaranya adalah
parameter sifat tanah (N total, P tersedia, K tersedia, dan C-organik tanah)
serta parameter hasil tanaman (berat umbi segar dan berat umbi kering). Hasil
data dianalisis secara statistik dengan menggunakan Analisis sidik ragam taraf
kepercayaan 95% kemudian dilanjutkan dengan Duncan’s
Multiple Range Test (DMRT) dan uji korelasi. Hasil penelitian
menunjukkan residual kompos, biochar, bio-kompos dan pupuk Majemuk NPK dalam
berbagai taraf dosis dapat meningkatkan hasil bawang merah (Allium Cepa. L) dan sifat kimia tanah
Inceptisol. Interaksi residual ampas tebu dalam bentuk biochar dan taraf dosis
NPK 100% meningkatkan berat umbi segar dan kering masing-masing sekitar 206,80?n 207,09%. Interaksi residual ampas tebu dalam bentuk biochar dan NPK 100%
menunjukkan nilai efisiensi serapan N, P, dan K bawang merah masing-masing sekitar
29%; 23%; dan 24%. Residu ampas tebu dalam bentuk biokompos secara tunggal
dapat meningkatkan C-organik tanah sebesar 59,75% sedangkan penggunaan taraf
dosis NPK 100% secara tunggal dapat meningkatkan N-total dan K-tersedia di
dalam tanah masing-masing sebesar 44,827?n 55,56% terhadap kontrol.
Interaksi residu ampas tebu dalam bentuk kompos dan NPK 50% dosis rekomendasi
dapat meningkatkan P-tersedia tanah sebesar 170,04% terhadap kontrol