Sektor
pertanian memiliki peran strategis dalam ketahanan pangan, penyediaan lapangan
kerja, dan pembangunan ekonomi nasional. Namun, regenerasi petani di Indonesia
menghadapi tantangan karena rendahnya minat generasi muda untuk bekerja di
bidang pertanian. Berdasarkan data BPS, mayoritas petani berada pada
kelompok usia tua, sementara generasi muda hanya sebagian kecil yang tertarik
berkarier di sektor ini. Rendahnya minat tidak hanya terkait ekonomi, tetapi
juga citra profesi petani yang masih dipandang kurang modern dan kurang
menjanjikan.Penelitian
ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan tingkat terpaan media sosial YouTube
@Capcapung, sikap generasi muda terhadap pekerjaan di sektor pertanian, dan
motivasi mereka untuk bekerja di sektor pertanian; (2) menganalisis pengaruh
langsung terpaan media sosial terhadap motivasi; dan (3) menganalisis pengaruh
tidak langsung melalui sikap terhadap pekerjaan di sektor pertanian. Metode
penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan survei eksplanatif.
Populasi penelitian adalah generasi muda berusia 13–44 tahun yang pernah
menonton konten YouTube @Capcapung, dengan sampel purposive sebanyak 100
responden. Analisis data dilakukan menggunakan analisis jalur (path analysis)
melalui SPSS.Hasil
penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat terpaan media
sosial tinggi (48%), sikap positif terhadap pekerjaan di sektor pertanian
(58%), dan motivasi tinggi untuk bekerja di sektor pertanian (48%). Analisis
jalur memperlihatkan bahwa terpaan media sosial @Capcapung berpengaruh positif
dan signifikan terhadap sikap (β=0,755; p<0,05), serta berpengaruh langsung
terhadap motivasi (β=0,299; p<0,05). Pengaruh tidak langsung melalui sikap
sebesar 0,468, lebih besar daripada pengaruh langsung. Hasil ini menunjukkan
bahwa pembentukan sikap positif menjadi jalur utama dalam meningkatkan motivasi
generasi muda.
Berdasarkan temuan
tersebut, dapat disimpulkan bahwa terpaan media sosial YouTube @Capcapung
efektif dalam meningkatkan motivasi generasi muda untuk berkarier di sektor
pertanian, terutama melalui pembentukan sikap positif terhadap pekerjaan di
sektor pertanian. Oleh karena itu, disarankan agar pemerintah, kreator konten,
dan pihak terkait memanfaatkan media sosial secara strategis untuk menampilkan
pertanian sebagai bidang kerja yang modern, produktif, dan berpeluang ekonomi.
Konten inspiratif, edukatif, dan interaktif perlu terus dikembangkan untuk
memperkuat keterlibatan dan motivasi generasi muda.