Dessy iAyu iArtika. iK7122079, Pembimbing
Dr. Sukarno, M.Pd. “UPAYA
PENINGKATAN iKEMAMPUAN NUMERASI iSISWA Imelalui PENGGUNAAN iMODEL iPROBLEM-BASED iLEARNING iPADA PEMBELAJARAN iMATEMATIKA iDI KELAS iIII iSD iNEGERI PABELAN i02 iKARTASURA”. iSkripsi. iProgram Studi iPendidikan iGuru Sekolah iDasar, iFakultas iKeguruan idan iIlmu Pendidikan, iUniversitas iSebelas Maret iSurakarta, i2026. Penelitian ini
dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan numerasi siswa kelas III SD Negeri
Pabelan 02 Kartasura. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa dari 36 siswa,
hanya 63,89% yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan nilai
rata-rata kelas 74. Rendahnya kemampuan numerasi siswa disebabkan oleh
pembelajaran yang masih berpusat pada guru, kurangnya keterlibatan siswa dalam
pembelajaran, serta kesulitan siswa dalam memahami soal cerita dan menerapkan
konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mendeskripsikan penerapan model Problem-Based Learning (PBL) dan
meningkatkan kemampuan numerasi siswa kelas III SD Negeri Pabelan 02 Kartasura
pada pembelajaran matematika materi pengurangan bilangan cacah. Penelitian ini
merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus,
dengan setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan,
observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas III SD Negeri
Pabelan 02 Kartasura tahun ajaran 2025/2026. Data penelitian dikumpulkan
melalui tes, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji
menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data dilakukan
secara kualitatif menggunakan model Miles dan Huberman serta secara kuantitatif
melalui perhitungan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar siswa. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem-Based Learning (PBL) dapat
meningkatkan kemampuan numerasi siswa. Peningkatan tersebut ditunjukkan oleh
meningkatnya keaktifan siswa selama pembelajaran, kemampuan memahami soal
cerita, kemampuan menggunakan konsep matematika, serta kemampuan menyelesaikan
masalah kontekstual. Nilai rata-rata kemampuan numerasi siswa meningkat dari 74
pada pra siklus menjadi 76,69 pada Siklus I dan 82,08 pada Siklus II.
Persentase ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan dari 63,89% pada pra
siklus menjadi 80,56% pada Siklus I dan 88,89% pada Siklus II. Hasil tersebut
menunjukkan bahwa indikator keberhasilan penelitian telah tercapai, yaitu
minimal 80% siswa memperoleh nilai ≥75. Berdasarkan hasil penelitian, dapat
disimpulkan bahwa penerapan model Problem-Based Learning (PBL) dapat
meningkatkan kemampuan numerasi siswa kelas III SD Negeri Pabelan 02 Kartasura
pada pembelajaran matematika materi pengurangan bilangan cacah. Peningkatan
tersebut ditunjukkan oleh kenaikan nilai rata-rata kemampuan numerasi dan
persentase ketuntasan belajar siswa dari pra siklus hingga Siklus II, sehingga
indikator keberhasilan penelitian tercapai.