Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi kemudahan penggunaan (perceived ease of use) aplikasi TRING by Pegadaian pada nasabah PT Pegadaian Cabang Sragen. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya kesenjangan antara klaim kemudahan yang ditawarkan aplikasi TRING dengan pengalaman nyata penggunanya, yang tercermin dari tingginya jumlah ulasan rating rendah di Google Play Store serta ketidakkonsistenan hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh kemudahan penggunaan terhadap minat bertransaksi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis template analysis. Informan ditentukan melalui purposive sampling dengan kriteria tertentu, menghasilkan tiga informan yang merupakan nasabah aktif dan telah menggunakan aplikasi TRING kurang lebih empat bulan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur dan observasi non-partisipan. Persepsi kemudahan penggunaan dianalisis berdasarkan empat indikator dari Belmonte et al. (2024), yaitu Easy to Understand, Easy to Use, Easier Transactions, dan Does Not Require Much Effort to Learn It. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum ketiga informan memiliki persepsi yang positif terhadap keempat indikator tersebut. Perbedaan pengalaman yang muncul di antara informan lebih dipengaruhi oleh latar belakang dan tingkat keterbiasaan masing-masing terhadap teknologi digital, bukan disebabkan oleh permasalahan mendasar pada aplikasi TRING itu sendiri. Temuan ini memperkuat teori Technology Acceptance Model (TAM) dari Davis (1989) mengenai peran penting persepsi kemudahan penggunaan dalam membentuk sikap dan niat pengguna terhadap adopsi teknologi finansial.