Jagung manis merupakan salah
satu komoditas pangan utama di Indonesia, namun produktivitasnya masih
tergolong rendah, yakni berkisar pada 8,31 ton/ha. Upaya peningkatan produksi
dapat dilakukan melalui pemanfaatan lahan marginal seperti tanah Alfisol,
meskipun dihadapkan pada kendala tingkat kesuburan yang rendah. Pemberian Pupuk
Organik Cair (POC) dan pupuk NPK menjadi salah satu solusi untuk memperbaiki
sifat kimia tanah dan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
pengaruh imbangan penggunaan POC dan pupuk NPK terhadap kadar hara Fosfor (P)
dan Kalium (K), kadar gula reduksi, serta indeks panen jagung manis. Penelitian
ini dilakukan di lahan Fakultas Pertanian Jumantono Karanganyar, menggunakan
Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 9 perlakuan, yaitu (A) Kontrol,
(B) NPK rekomendasi, (C) 1 Pupuk Organik Cair (10L/Ha), (D)
NPK
+ 1 Pupuk Organik Cair, (E)
NPK
+ 1 Pupuk Organik Cair, (F) 1 NPK + 1 Pupuk Organik Cair, (G)
NPK +
Pupuk Organik Cair, (H)
NPK +
Pupuk Organik Cair, (I)
NPK + 1
Pupuk
Organik Cair. Jagung
manis varietas Talenta ditanam dengan jarak tanam 75 cm x 25 cm pada petak
berukuran 4 m x 5 m. POC diaplikasikan pada 0 dan 14 Hari Setelah Tanam (HST).
Pupuk NPK yang digunakan meliputi Urea (diaplikasikan pada 0, 14, dan 28 HST),
serta SP-20 dan KCl (diaplikasikan pada awal tanam). Parameter yang diamati
meliputi sifat kimia tanah, serapan hara tanaman, parameter hasil, serta kadar
gula reduksi. Data dianalisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA)
taraf 95%, dilanjutkan dengan Uji DMRT dan Uji Korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa aplikasi POC dosis 10 L/ha mampu mengurangi kebutuhan pupuk NPK hingga
25% dari dosis rekomendasi. Imbangan pemberian POC 10 L/ha dengan 75% dosis NPK
rekomendasi merupakan perlakuan terbaik yang mampu meningkatkan P Tersedia
(68,50%), K Tersedia (70%), Serapan P (111%), Serapan K (188%), Kadar Gula
Reduksi (56,86%), dan Indeks Panen (11%) jika dibandingkan dengan penggunaan
NPK dosis rekomendasi penuh.