Nur Laila Puspita Sari. H0422083. 2026.
PERSONALITY TRAITS ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI DALAM MEMBENTUK DINAMIKA
KELOMPOK (STUDI KASUS BINAAN GITA PERTIWI DI PROGRAM KOTA CERDAS PANGAN).
Penelitian ini dibimbing oleh Dr. Ir. Diwi Acita Irawati, M.P., IPU., ASEAN
Eng. dan Dr. Bekti Wahyu Utami, S.P., M.Si. Program Studi Penyuluhan dan
Komunikasi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret.Pertanian merupakan sektor strategis dalam pembangunan
nasional yang keberhasilannya turut ditentukan oleh kapasitas kelembagaan
petani, salah satunya Kelompok Wanita Tani (KWT). Program Kota Cerdas Pangan
hadir sebagai respons atas permasalahan pangan dan lingkungan perkotaan,
termasuk tingginya volume sampah organik yang membebani tempat pembuangan akhir
seperti TPA Putri Cempo, melalui pendekatan yang tidak hanya berfokus pada
produksi pangan tetapi juga pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Keberhasilan
program ini sangat bergantung pada dinamika kelompok yang tercermin dari aspek suasana
kelompok. Dinamika kelompok dipengaruhi oleh faktor internal berupa kepribadian
anggota (Big Five Personality Traits) dan faktor eksternal berupa
pendampingan Yayasan Gita Pertiwi. KWT Ngudi Makmur dan KWT Dahlia IX dipilih
karena merupakan kelompok binaan Yayasan Gita Pertiwi yang aktif menjalankan
Program Kota Cerdas Pangan, termasuk dalam pengelolaan sampah pangan menjadi
produk bernilai ekonomis, namun belum diketahui secara mendalam bagaimana
dinamika tersebut terbentuk. Tujuan penelitian ini adalah: (1) menjelaskan
peran personality traits anggota dalam membentuk dinamika kelompok, (2)
mengkaji peran faktor eksternal dalam membentuk dinamika kelompok, dan (3)
menjelaskan dinamika kelompok pada kedua KWT tersebut.Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif
kualitatif dengan desain studi kasus. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive
di Kecamatan Jebres dan Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, yaitu di KWT
Ngudi Makmur dan KWT Dahlia IX. Penentuan inf orman dilakukan secara purposive
dan snowball, dengan informan kunci adalah ketua kedua KWT, informan
utama adalah anggota kedua KWT dan Yayasan Gita Pertiwi, serta informan
pendukung adalah Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) wilayah Surakarta. Analisis
data menggunakan model interaktif Miles,
Huberman, dan Saldaña,
dengan uji validitas melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima dimensi Big
Five Personality Traits saling melengkapi dalam membentuk dinamika
kelompok. Openness to experience mendorong komunikasi terbuka dan
partisipasi dalam pelatihan, termasuk pelatihan pengolahan sampah pangan; conscientiousness
menjaga konsistensi partisipasi dan kerja sama yang terorganisir; extraversion
membangun komunikasi aktif dan memperluas jejaring; agreeableness
menjadi fondasi kerja sama dan kohesi; sedangkan neuroticism dalam kadar
terkendali memperkuat kohesi melalui kepekaan emosional anggota terhadap
persoalan kelompok, termasuk isu pengelolaan sampah. Faktor eksternal, terutama
pendampingan Yayasan Gita Pertiwi, pelatihan pengelolaan sampah organik,
dukungan pemerintah dan PPL, jejaring, serta bantuan sarana, turut memperkuat
keempat aspek dinamika kelompok secara saling berkaitan. Kedua KWT juga
mengembangkan sistem pertanian terintegrasi melalui pengolahan sampah organik
menjadi pupuk organik cair (POC) dan budidaya maggot sebagai pakan lele, yang
kemudian diolah menjadi produk pangan bernilai ekonomis. Dinamika kelompok pada
KWT Ngudi Makmur dan KWT Dahlia IX secara keseluruhan berlangsung aktif dan
berkelanjutan, ditandai dengan suasana kelompok yang kondusif meskipun
dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan lahan dan perubahan jumlah
anggota. Penelitian ini menunjukkan bahwa interaksi antara faktor internal dan
eksternal menjadi kunci keberlangsungan kedua KWT dalam menjalankan Program
Kota Cerdas Pangan.