Upaya konservasi menjadi langkah yang
sangat penting dalam menjaga keanekaragaman hayati, salah satu cara yang dapat
diterapkan adalah dengan melakukan kegiatan konservasi melalui kebun binatang
atau taman margasatwa yang berfungsi sebagai pusat konservasi ex-situ, edukasi, dan riset ilmiah. Penilaian
valuasi ekonomi terhadap
Taman Margasatwa Ragunan
(TMR) memiliki peran penting
dalam mendukung pengelolaan lembaga konservasi yang berkelanjutan dan dapat
menunjukkan nilai keberadaan lembaga konservasi ex-situ yang
tidak tergambarkan dalam harga pasar. Selain itu, analisa terhadap sumber
pendanaan dalam pengelolaan TMR juga perlu dilakukan kajian lebih lanjut untuk
mendukung pengelolaan lembaga konservasi ex-situ yang
berkelanjutan.Penelitian ini dilakukan di Taman
Margasatwa Ragunan, Kota Jakarta Selatan pada 16 Desember 2025 – 16 Januari
2026. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan
metode kuantitatif dengan
alat kuesioner kepada
pengunjung TMR dan wawancara
dengan pihak TMR. Penentuan jumlah
responden menggunakan teknik purposive sampling.
Analisa data menggunakan regresi linier berganda serta menghitung surplus
konsumen dan estimasi potensi nilai ekonomi yang dimiliki oleh Taman Margasatwa
Ragunan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai
rata-rata biaya perjalanan yang dikeluarkan pengunjung sebesar Rp146.035 per
kunjungan, sedangkan nilai surplus konsumen mencapai Rp490.336 per individu per
kunjungan, yang menunjukkan selisih sebesar Rp344.301 artinya manfaat yang
dirasakan pengunjung lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan. TMR
memiliki potensi nilai ekonomi
Rp2.350.627.144.096 per tahun. Pendanaan dari APBD dan BLUD telah mendukung operasional dan
konservasi satwa, tetapi belum optimal dalam menunjang pengelolaan
berkelanjutan sehingga perlu optimalisasi kemandirian finansial.