Pandemi Covid-19 membatasi pertemuan fisik dan mengharuskan adanya jaraksosial. Hal ini menyebabkan CV. Goodplant Indonesia melaksanakan pelatihanhidroponik secara daring sebagai alternatif bagi peserta agar tetap dapatmemperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam bidang hidroponik tanpa harusbertatap muka secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategikomunikasi, unsur pendukung dan penghambat, serta efektivitas pelatihanhidroponik daring pada masa pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan informan dilakukansecara purposive sampling. Validitas data menggunakan triangulasi sumber danteknik. Hasil penelitian menyatakan bahwa strategi komunikasi yang dilakukanoleh CV. Goodplant Indonesia dalam pelatihan hidroponik pada masa pandemiCovid-19 adalah dengan menerapkan beberapa tahapan, yakni mengenal khalayakmelalui formulir pendaftaran pelatihan hidroponik untuk mengetahui latar belakangdan kebutuhan peserta pelatihan, menyusun pesan berdasarkan kebutuhan daripeserta, menggunakan metode edukatif dan persuasif, serta memanfaatkan mediabaru yakni berupa Zoom Meeting, WhatsApp, dan website. Unsur pendukung daripelatihan hidroponik daring CV. Goodplant Indonesia adalah kesesuaian pesandengan kebutuhan peserta, kompetensi mentor pelatihan, media pengantar, sertaketerbukaan peserta. Unsur penghambat terdiri dari hambatan teknis berupagangguan sinyal dan error pada aplikasi, hambatan semantik berupa istilah ilmiahdalam hidroponik yang belum familiar, serta hambatan perilaku berupa interaksiyang terbatas dan kehadiran distraksi karena melakukan aktivitas lain saat pelatihanberlangsung. Pelatihan hidroponik daring oleh CV. Goodplant Indonesia pada masapandemi Covid-19 berjalan dengan efektif. Hal tersebut ditinjau dari aspekkognitif, afektif, dan konatif. Namun demikian, pelatihan luring atau tatap mukatetap menjadi preferensi utama bagi peserta.