Aspal buton (Asbuton) merupakan aspal alam dari hasil tambang, yang berupa butiran mineral agregat yang mengandung bitumen. Selama ini telah dilakukan penambangan baik oleh Masyarakat maupun oleh Perusahaan. Salah satu Perusahaan yang ikut melakukan penambangan, PT Kartika Prima Abadi, telah melakukan eksplorasi untuk pemurnian dan menghasilkan produk yang setara dengan aspal minyak yang diberi merk dagang Asbuton Murni. Asbuton Murni memiliki karakteristik yang mirip dengan aspal minyak pen 60/70 dan pen 40/50. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji potensi Asbuton Murni tersebut, sebagai pengganti aspal minyak dalam campuran HRS-WC. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan pada aspal minyak yang merupakan sumber daya alam yang tidak terbarukan dan memperpanjang masa persediannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar aspal optimum dan nilai indeks workability dari campuran HRS-WC. Caranya yang dilakukan adalah dengan pencampuran Asbuton Murni, dengan kadar yang bervariasi mulai dari 6,0%, 6,5%, 7,0%, 7,5%, dan 8,0%, dan agregat. Suhu pemadatan benda uji dilakukan pada variasi suhu 90°C, 110°C, dan 130°C. Hasil pengujian Marshall pada HRS diperoleh nilai kadar aspal optimum sebesar: 7,2%, 7,0%, dan 6,9%, yang masing-masing pada suhu pemadatan 90°C, 110°C, dan 130°C. Hasil pengujian workability index dengan variasi kadar aspal 6,0%, 6,5%, 7,0%, 7,5%, dan 8,0%, serta suhu pemadatan 90°C, 110°C, dan 130°C, didapatkan nilai workability index dengan nilai workability index terkecil sebesar 2,941 dan nilai workability index terbesar 4,832. Disimpulkan bahwa nilai workability index dari campuran belum mencapai standar minimum untuk dianggap mudah dikerjakan (workable) sebesar 6.