Kedelai (Glycine max L.) termasuk tanaman pangan yang diminati oleh masyarakat Indonesia yang produktivitasnya cukup baik, namun hal ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan. Peningkatan produktivitasnya dapat menggunakan pupuk anorganik dalam proses budidaya, namun dapat digantikan dengan pupuk hayati salah satu contohnya yaitu Rhizobium sp. yang dapat bersimbiosis dengan tanaman legum dalam menyediakan nitrogen melalui proses fiksasi nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kesesuaian antara dosis N dan inokulasi rhizobium agar diperoleh pertumbuhan dan hasil yang lebih baik pada kedelai. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis pupuk nitrogen (0, 50, 100, dan150 kg/ha). Faktor kedua yaitu Rhizobium (kontrol, inokulan, dan tanah bekas kedelai). Berdasarkan faktor tersebut diperoleh 12 kombinasi perlakuan, diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Data pengamatan yang diperoleh di analisis menggunakan analisis ragam (ANOVA), jika terdapat beda nyata akan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf 5?n regresi. Hubungan antar variabel diuji dengan uji korelasi, bila nilai korelasi (r) ≥ 0,7 berarti ada hubungan positif dan signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian inokulasi rhizobium tidak berinteraksi dengan dosis N pada semua variabel. Pemberian pupuk nitrogen 100 kg/ha atau lebih dapat menurunkan jumlah bintil akar efektif kedelai. Pemberian tanah bekas pertanaman kedelai 10g/tanaman dapat dapat meningkatkan komponen pertumbuhan luas daun, bobot segar tanaman, dan biomassa tanaman, serta komponen hasil jumlah polong isi, jumlah biji per tanaman, dan bobot biji per tanaman.