Pendahuluan: Data prevalensi ulkus kaki diabetikum di dunia 6,3?n 7,3% di Indonesia. Studi ini menganalisis hubungan antara jenis kuman dan sensitivitas antibiotik terhadap derajat ulkus diabetikum (Wagner) pada pasien diabetes melitus tipe-2 di bangsal Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi.Metode: Metode yang digunakan adalah analisis observasional dengan pendekatan cross-sectional. Variabelnya adalah jenis kuman, sensitivitas antibiotik, dan derajat ulkus diabetikum dengan data dari rekam medis 149 pasien periode rawat inap tahun 2021–2022 dengan jumlah sampel 149 dengan dilakukan uji Fisher's-exact dan regresi log multinomial.Hasil: Data 4 kuman terbanyak adalah Pseudomonas aeruginosa (17,4%; 26/149), Escherichia coli (12,8%; 19/149), Klebsiella pneumoniae ss. Pneumoniae (11,4%, 17/149), dan Proteus mirabilis (10,7%; 16/149). Data 4 sensitivitas antibiotik terbanyak adalah Ampicillin (20,8%; 31/149), Sulfamethoxazole (20,8%; 31/149), Gentamicin (18,8%; 28/149), Amikacin (16,1%; 24/149). Data 3 derajat ulkus diabetikum terbanyak adalah derajat 4 (39,6%; 59/149), 3 (31,5%; 47/149), dan 2 (19,5%; 29/149). Tidak terdapat hubungan antara jenis kuman terhadap derajat ulkus diabetikum (p=0,111). Terdapat hubungan antara sensitivitas antibiotik terhadap derajat ulkus diabetikum (p=0,009). Terdapat hubungan antara jenis bakteri terhadap sensitivitas antibiotik (p=0,0001). Terdapat hubungan simultan antara jenis bakteri (p=0,029) dan sensitivitas antibiotik (p=0,032) terhadap derajat ulkus diabetikum (p=0,005).Simpulan: Terdapat hubungan antara sensitivitas antibiotik terhadap derajat ulkus, hubungan antara jenis bakteri terhadap sensitivitas antibiotik, serta hubungan simultan antara jenis kuman dan sensitivitas antibiotik terhadap derajat ulkus sehingga perlu dilakukan pemeriksaan kultur dan uji sensitivitas antibiotik pada semua pasien dengan ulkus kaki diabetikum.