Buah pare (Momordica charantia L.) mengandung charantin telah dilaporkan memiliki aktivitas antihiperglikemik. Senyawa ini memiliki keterbatasan pada kelarutan sehingga bioavailabilitasnya rendah. Inkoporasi dalam pembawa nanopartikel silika mesopori (MSN) mampu meningkatkan bioavailabilitas charantin dengan kemampuan mengenkapsulasi obat yang tinggi dan memiliki luas permukaan yang besar. Kinerja MSN dipengaruhi oleh komponen utama diantaranya prekusor silika dan surfaktan. Tetraetil ortosilikat (TEOS) sebagai prekusor silika utama dan setil trimetil amonium klorida (CTAC) mempengaruhi karakteristik kritis MSN. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh dan interaksi variasi rasio CTAC dan TEOS secara simultan terhadap karakteristik MSN dan memperoleh formula optimum ekstrak pare yang terenkapsulasi MSN. Ekstrak pare diperoleh dengan metode ultrasonikasi menggunakan pelarut etanol 96?n dianalisis dengan kromatografi lapis tipis (KLT) dan kuantifikasi steroid total menggunakan spektrofotometri UV-Vis. Optimasi MSN dilakukan dengan metode sol-gel dan surfaktan dieliminasi dengan metode solvent extraction. Formula optimum didasarkan atas parameter ukuran partikel (UP), rasio intesitas (RI), polidispersitas indeks (PDI), entrapment efficiency (EE), dan loading obat (LO) berdasarkan analisis regresi linear berganda model 22 full factorial design. Hasil karakterisasi KLT ekstrak pare yaitu terdapat senyawa b-sitosterol dan kadar steroid total sebesar 21,15±2,57% (b/b). Peningkatan konsentrasi CTAC selama proses sintesis MSN mampu meningkatkan UP, EE, dan LO. Peningkatan konsentrasi TEOS selama proses sintesis MSN mampu menurunkan UP, EE serta meningkatkan LO. Penentuan formula optimum didasarkan oleh 0% CTAC dan 2,403% TEOS dengan UP yang lebih kecil 56,7 nm dan UP yang lebih besar 364,6 nm; PDI 0,44; RI 1,003; EE 52,423%, dan LO 20,585%.[SC1] Morfologi mikroskopis MSN mengkonfirmasi bahwa terbentuk agregasi pada perbesaran 3.000x dan 10.000x. [SC1]Interaksi antar komponennya belum ada