Charantin yang terkandung dalam buah pare (Momordica charantia L.) telah dilaporkan memiliki aktivitas antidiabetes tetapi terbatas dalam bioavailabilitas. Mesoporous silica nanoparticles (MSN) mampu mengatasinya dengan luas permukaan yang besar dan kemampuan enkapsulasi obat yang tinggi. Kinerja dan karakteristik MSN ditentukan oleh komponen utama yaitu surfaktan setil trimetil amonium bromida (CTAB) dan setil trimetil amonium klorida (CTAC). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi rasio konsentrasi surfaktan tersebut terhadap kinerja MSN serta memperoleh formula optimum MSN ekstrak etanolik buah pare. Buah pare diekstraksi secara ultrasonikasi dengan pelarut etanol 96?n dikentalkan dengan rotary evaporator. Ekstrak etanolik buah pare diidentifikasi menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dengan senyawa pembanding b-sitosterol standar serta dikuantifikasi kadar steroid total secara spektrofotometri UV-Vis. Sintesis MSN dilakukan dengan teknik sol-gel dan surfaktan dieliminasi dengan solvent extraction. Formula optimum diperoleh menggunakan analisis regresi linear berganda berdasarkan parameter ukuran partikel (UP), rasio intensitas (RI), polidispersitas indeks (PDI), muatan obat (MO), dan efisiensi penjerapan (EP) serta agregasi silika yang dilihat dengan scanning electron microscopy (SEM). Hasil identifikasi KLT ekstrak etanolik buah pare dengan pereaksi semprot vanilin asam sulfat menunjukkan terdapat bercak yang memiliki jarak yang sama (Rf 0,39) dengan senyawa b-sitosterol, dan terkuantifikasi kadar steroid total sebesar 21,15±2,57% (b/b). CTAB berperan dalam mengontrol perubahan nilai UP serta meningkatkan MO dan EP . CTAC bersifat antagonis terhadap CTAB pada semua parameter. Terdapat dua puncak yang disebabkan karena imisibilitas dari dua miselar surfaktan. Konsentrasi CTAB 1?n CTAC 0,927?pat membentuk MSN paling optimal dengan karakteristik UPCTAB 60,31 nm; UPCTAC 297,91 nm; PDI 0,807; RI 0,159; MO 46,62%; dan EP 46,62%. Fotograf SEM mengonfirmasi adanya agregasi pada MSN.