Latar
Belakang: Pendekatan pembelajaran Problem Based Learning yang yang berpusat pada mahasiswa menuntut
mahasiswa kedokeran untuk mengembangkan kesiapan belajar mandiri atau Self Directed Learning Readiness (SDLR). Salah
satu faktor eksternal yang memengaruhi SDLR adalah peer pressure yaitu pengaruh dari teman sebaya untuk terlibat atau
tidak terlibat dalam perilaku tertentu. Peer
pressure menjadi fenomena yang
banyak ditemukan pada mahasiswa kedokteran, terutama tahun kedua. Penelitian
ini bertujuan untuk meneliti mengenai hubungan kedua hal tersebut pada
mahasiswa kedokteran tahun kedua UNS. Metode: Penelitian
analitik observasioal dengan pendekatan cross
sectional. Penelitian dilakukan di Prodi Kedokteran UNS pada 17-30 Desember
2024. Pengambilan sampel dengan teknik simple
random sampling. Variabel terikat berupa SDLR, sedangkan variabel bebas
berupa peer pressure. Data diukur
menggunakan kuesioner SDLRS-NE dan Positive
Peer Pressure Inventory. Data kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson. Hasil: Dipilih
98 mahasiswa perempuan dan 40 mahasiswa laki-laki secara acak dan memenuhi
kriteria inklusi dan eksklusi. Terdapat hubungan yang signifikan antara nilai
rerata peer pressure (p=0,001) serta
kelima dimensi peer pressure yaitu Peer
Involvement (p=0,037), School
Involvement (p=0,003), Family
Involvement (p=0,011), Conformity to
Peer Norms (p=0,007), dan Misconduct
(p=0,006) dengan SDLR pada mahasiswa kedokteran tahun kedua UNS dengan arah
korelasi positif dan kekuatan hubungan lemah. Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara nilai rerata peer pressure serta kelima dimensi peer pressure yaitu Peer Involvement, School
Involvement, Family Involvement, Conformity to Peer Norms, dan Misconduct dengan SDLR pada mahasiswa kedokteran tahun Kedua Universitas Sebelas
Maret dengan arah korelasi positif dan kekuatan hubungan lemah.