Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2
dapat menyebabkan komplikasi berupa nefropati diabetikum. Nefropati diabetikum
menyebabkan perubahan histopatologi ginjal. Obat-obatan DM tipe 2 memiliki efek
samping terhadap ginjal sehingga peneliti ingin mencari pengobatan komplementer
untuk penyakit ini. Apel lokal (Malus sylvestris Mill) merupakan buah yang
memiliki efek antidiabetes dan senyawa untuk memperbaiki kerusakan ginjal. Penelitian tentang
pengaruh ekstrak apel lokal terhadap histopatologi ginjal pada tikus model
diabetes tipe 2 masih minimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak
apel lokal terhadap histopatologi ginjal tikus model DM tipe 2.Metode: Penelitian ini merupakan
penelitian ekperimental laboratorik lanjutan peneliti sebelumnya. Sampel tikus terdiri dari 25 sampel dan
diberikan perlakuan dengan K-, K+, P1, P2, P3. Kontrol positif pada perlakuan
ini adalah tikus model DMT2 induksi STZ-NA yang diberikan glibenklamid
0,45mg/kgbb, sedangkan P1-P3 merupakan tikus model DMT2 yang diberikan
perlakuan ektrak apel lokal dengan dosis 90,180, dan 270 mg/kgbb. Ginjal tikus
diambil dan dijadikan preparat yang diberikan pengecatan H&E. Ginjal tikus
akan diperiksa gambaran inflamasi interstitial, arteriosklerosis, dan IFTA(interstitial
fibrosis and tubular atrophy). Analisis data dilakukan dengan
Kruskal-Wallis.Hasil: Hasil pengamatan yang
dilakukan didapatkan bahwa P3 (0,16±0,29) memiliki jumlah Inflamasi
interstitial yang paling banyak, sedangkan rerata paling rendah didapatkan pada
P1 (0,06±0,08). Hasil analisis inflamasi interstitial menunjukan bahwa
perbedaan antar kelompok perlakuan tidak signifikan (p=0.893). IFTA pada
penelitian ini belum terbentuk. Arteriosklerosis pada perlakuan ini tidak bisa
dianalisis.
Simpulan: Pemberian ekstrak apel lokal belum dapat memodulasi
inflamasi interstitial pada tikus model DMT2. Pada penelitian ini IFTA belum
terbentuk dan arteriosklerosis belum dapat dilakukan penilaian.