Produktivitas jagung manis di Indonesia saat ini masih rendah sedangkan
kebutuhan jagung manis semakin meningkat. Salah satu faktor penyebab rendahnya
produktivitas jagung manis adalah menurunnya kesuburan tanah yang disebabkan
oleh penggunaan pupuk anorganik yang berlebihan. Perlu usaha untuk
meningkatkan produktivitas tanaman jagung manis salah satunya adalah
pendekatan yang lebih ramah lingkungan dan lebih efisien untuk pengontrol nutrisi
tanaman dengan menggunakan kombinasi pupuk organik dan anorganik. Penelitian
ini bertujuan untuk mengkaji kombinasi pupuk anorganik dan organik terhadap
serapan hara, morfologi akar, pertumbuhan serta hasil tanaman jagung manis.
Penelitian dilaksanakan di tanah Vertisol yang berlokasi di Desa Plupuh,
Kecamatan Sidokerto, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah dan Laboratorium Kimia
dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian UNS serta Laboratorium Fisika dan
Konservasi Tanah Fakultas Pertanian UNS. Penelitian menggunakan RAKL dengan
9 perlakuan, yaitu A = kontrol, B = NPK Standar (Urea 350 kg/ha; SP-36 180
kg/ha; KCl 75 kg/ha), C = pupuk organik (2000 kg/ha), D = ¼ NPK Standar +
2000 kg/ha pupuk organik, E = ½ NPK Standar + 2000 kg/ha pupuk organik, F
= ¾ NPK Standar + 2000 kg/ha pupuk organik, G = 1 NPK Standar + 2000
kg/ha pupuk organik, H = ¾ NPK Standar + 1000 kg/ha pupuk organik dan I =
¾ NPK Standar + 1500 kg/ha pupuk organik. Parameter yang diamati meliputi
pH, N total, P tersedia, K tersedia, C Organik, Berat Volume, Berat Jenis Tanah,
N Jaringan, P jaringan, dan K jaringan. Komponen tanaman yang diamati yaitu
tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, berat kering akar, panjang akar,
volume akar, dan R/S Ratio. Komponen hasil yang diamati yaitu berat tongkol
berkelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, dan diameter tongkol.
Analisis data menggunakan uji Anova taraf kepercayaan 95% dilanjut uji
Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dan uji korelasi Pearson.
Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk anorganik dan organik
nyata meningkatkan serapan N.P.K, morfologi akar, pertumbuhan dan hasil
jagung manis. Perlakuan ¾ NPK + 2000 kg/ha pupuk organik meningkatkan berat
kering akar 147,2%, volume akar 47,1%, dan panjang akar 237,4?n serapan
hara N sebesar 251,2%, serapan P sebesar 153,3%, serta serapan K sebesar 98,2%
terhadap kontrol. Terdapat korelasi positif antara morfologi akar diantaranya berat
kering akar dengan serapan N (r=0,921**), serapan P (r=0,837**), serapan K
(r=0,639**), dan volume akar dengan serapan N (r=0,904**), serapan P
(r=0,827**), serapan K (r=0,612**), serta panjang akar dengan serapan N
(r=0,877**), serapan P (r=0,742**), serapan K (r=0,541**) dan mengakibatkan
tinggi tanaman, jumlah daun, maupun diameter batang serta hasil tanaman yang
terdiri dari berat tongkol berkelobot maupun tanpa kelobot, panjang tongkol serta
diameter tongkol meningkat.