Latar Belakang: Anak-anak Indonesia dengan usia 5-19 tahun meliputi 3,3 dari total 66,6 juta atau berkisar 2.197.833 jiwa adalah penyandang disabilitas. Orangtua sebagai pemangku tanggung jawab dalam mengasuh anak penyandang disabilitas berdampak pada pada beban biologis, psikologis, dan sosial sehingga kondisi stres yang dialami lebih tinggi. Resiliensi bukan hanya tentang bertahan dalam masa-masa sulit, tetapi juga kemampuan sesorang untuk beradaptasi secara positif terhadap kesulitan yang dihadapi. Penelitian tentang resiliensi keluarga atau orangtua dalam menghadapi stressor mengasuh anak dengan disabilitas menunjukkan hasil yang bervariasi berdasarkan jenis disabilitas anak. Maka, dari itu perlu adanya penelitian perbedaan pengaruh jenis disabilitas anak terhadap resiliensi orangtua dalam satu penelitian dengan satu alat ukur sehingga pendekatan dan terapi yang dilakukan dapat lebih terfokus dan efisien.Metode: Penelitian ini penelitian analitik observasional untuk perbedaan resiliensi orangtua dengan anak disabiltias berdasarkan jenis disabilitas anak. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan pengumpulan data dilakukan menggunakan data sekunder dari penelitian Efektivitas Support Program dalam Meningkatkan Resiliensi Keluarga Miskin dengan Anak Disabilitas”. Analisis data menggunakan uji One-way Anova untuk mengukur hubungan antara kedua variabel.Hasil: Penelitian telah dilaksanakan sebelumnya di UPTD Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi (PLDPI) Kota Surakarta selama 3 hari dimulai dari hari Senin, 4 September 2023 hingga Rabu, 6 September 2023. Subjek penelitian adalah orangtua dengan anak penyandang disabilitas yang datang ke UPTD PLDPI Surakarta yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, dengan jumlah sampel sebesar 38. Hasil uji One-way Anova menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan pada tingkat resiliensi orangtua berdasarkan jenis disabilitas anak yang berbeda (p = 0.375 > 0.05).Simpulan: Tidak ada perbedaan signifikan pada tingkat resiliensi orangtua berdasarkan jenis disabilitas anak yang berbeda pada sampel penelitian di UPTD Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi (PLDPI) Kota Surakarta.