Latar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat stres dan ansietas pada remaja akhir di SMAN 8 Surakarta. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tingginya prevalensi gangguan kesehatan mental seperti stres (1,8%) dan ansietas (26,7%) pada remaja Indonesia, serta peran aktivitas fisik dalam memodulasi respons fisiologis melalui mekanisme hormonal dan neuroplastisitas.Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional dan dilakukan pada bulan Januari-Februari 2025. Subyek dalam penelitian ialah siswa siswi kelas X, XI, dan XII SMA Negeri 8 Surakarta yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 135 siswa. Teknik sampling yang digunakan adalah cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF) untuk mengukur aktivitas fisik dan Depression Anxiety Stress Scale-21 (DASS-21) untuk menilai tingkat stress dan ansietas. Selanjutnya, data diolah menggunakan uji korelasi spearman rank.Hasil: Hasil uji korelasi bivariat pada 135 responden didapatkan hasil korelasi aktivitas fisik dengan tingkat stres (p=0,233) dan korelasi aktivitas fisik dengan tingkat ansietas (p=0,289). Dengan persentase tingkat aktivitas fisik rendah 15,6% sedang 61,5%, dan tinggi 22,9%. Persentase tingkat stres normal 96,3%, ringan 3,7%, sedang 0%, berat 0%, dan sangat berat 0%. Persentase tingkat ansietas normal 68,9%, ringan 16,3%, sedang 13,3%, berat 1,5%, dan sangat berat 0%.Simpulan: Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan tingkat stres dan ansietas pada remaja akhir