Keterampilan berbicara merupakan salah satu keterampilan dasar berbahasa
yang digunakan untuk menyampaikan pikiran dan pendapat secara lisan kepada orang
lain. Peserta didik kelas III SDN 1 Lanjaran memiliki keterampilan berbicara yang
masih rendah. Berdasarkan permasalahan tersebut dilaksanakan penelitian dengan
tujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik kelas III yang masih
rendah. Penggunaan media boneka tangan dapat membantu guru dalam meningkatkan
keterampilan berbicara peserta didik kelas III. Media boneka tangan merupakan media
pembelajaran yang digunakan sebagai objek tiruan dalam cerita atau percakapan
dengan menggunakan jari sebagai penggeraknya. Penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Metode ini terdiri dari dua
siklus, dan setiap siklus dilakukan sebanyak dua kali pertemuan. Data dikumpulkan
menggunakan tes unjuk kerja, observasi, dan wawancara. Data tersebut dianalisis
menggunakan metode Miles and Huberman melalui 3 langkah yaitu reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan. Setelah dianalisis, hasil dari data tersebut divalidasi
menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil yang sudah berhasil diolah
harus sesuai dengan indikator capaian belajar yaitu peningkatan keterampilan berbicara
peserta didik dan juga penguasaan penggunaan media pembelajaran boneka tangan oleh
peserta didik. Hasil dari pelaksanaan dua siklus yang sudah melewati pengolahan data
tersebut menunjukkan adanya peningkatan persentase ketercapaian keterampilan
berbicara peserta didik dari 77,4% pada siklus I menjadi 84,8% pada siklus II. Hasil
tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media boneka tangan dapat meningkatkan
keterampilan berbicara peserta didik kelas III SDN 1 Lanjaran. Kata Kunci: Keterampilan Berbicara, Media Boneka Tangan, dan Peserta Didik
Kelas III.