Rania Putri Shakilla, G0021183, 2025. Hubungan Tingkat Stres Ibu dan UsiaPernikahan Ibu Terhadap Tumbuh Kembang Anak dalam Kasus Pernikahan DiniDi Kota Surakarta. Skripsi. Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret,Surakarta.Latar Belakang: Pernikahan dini masih menjadi permasalahan signifikan diIndonesia, terutama karena dampaknya terhadap tumbuh kembang anak dan kondisipsikologis ibu muda. Ibu yang menikah di usia remaja berpotensi mengalami stresakibat peran ganda sebagai remaja dan orang tua, yang secara tidak langsung dapatmemengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak mereka. Penelitian inibertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres ibu dan usia menikahterhadap pertumbuhan dan perkembangan anak pada kasus pernikahan dini di KotaSurakarta.Metode: Responden sebanyak 20 orang ibu yang menikah di usia 15–17 tahun danmemiliki anak usia 1–24 bulan. Tingkat stres diukur menggunakan kuesionerDDAS (Daily Stress Diagnostic Scale), pertumbuhan anak dinilai berdasarkan Z-score WHO, dan perkembangan anak diukur menggunakan instrumen DenverDevelopmental Screening Test. Data dianalisis menggunakan uji statistik non-parametrik karena hasil uji normalitas menunjukkan data tidak berdistribusi normal.Hasil: Hasil menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara usia menikah ibudengan stres, pertumbuhan, dan perkembangan anak (p > 0,05). Tingkat stres ibutidak berhubungan dengan pertumbuhan anak (p = 0,560), tetapi berhubungansignifikan dengan perkembangan anak (p = 0,008). Uji multivariat menunjukkanbahwa usia menikah dan tingkat stres tidak berpengaruh signifikan terhadappertumbuhan maupun perkembangan anak.Kesimpulan: Tingkat stres ibu memiliki hubungan yang signifikan terhadapperkembangan anak, namun tidak terhadap pertumbuhan. Sementara itu, usiapernikahan ibu tidak berhubungan secara signifikan dengan stres, pertumbuhan,maupun perkembangan anak.