Regenerasi petani menjadi kunci untuk mendorong produktivitas usaha tani.
Gerakan Membangun Petani Milenial (Gerbang Tami) menjadi salah satu program
bagi petani milenial untuk mewujudkan petani yang berdaya dan mandiri.
Kabupaten Sukoharjo telah menginisiasi program ini sejak tahun 2022. Tujuan
penelitian ini adalah: (1) menganalisis tingkat keberdayaan petani milenial dalam
berusahatani pada program Gerbang Tami di Kabupaten Sukoharjo; (2)
menganalisis faktor- faktor yang berhubungan dengan tingkat keberdayaan petani
milenial dalam berusahatani pada program Gerbang Tami; (3) dan menganalisis
hubungan antara faktor-faktor dengan tingkat keberdayaan petani milenial dalam
berusahatani pada program Gerbang Tami.
Metode dasar penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik
survei. Lokasi ditentukan secara sengaja (purposive) di Kabupaten Sukoharjo
tepatnya di Kecamatan Bulu, Kecamatan Tawangsari, dan Kecamatan Mojolaban
sebagai partisipasi program tertinggi. Penarikan sampel menggunakan teknik
proportional random sampling dan didapatkan sampel sebanyak 47 petani
milenial. Analisis data menggunakan uji korelasi rank spearman.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat keberdayaan petani milenial
dalam berusahatani pada program Gerbang Tami secara keseluruhan berada pada
kategori sedang dengan pengukuran berdasarkan pendapatan yang layak di
kategori rendah, produktivitas hasil pertanian berada di kategori tinggi dan
penerapan teknologi berada pada kategori tinggi. Hasil menunjukkan bahwa
faktor yang mempengaruhi keberdayaan dilihat dari pengalaman usahatani berada
di kategori sedang, luas lahan usahatani berada di kategori sedang, pendidikan
formal berada di kategori sedang, pendidikan non formal berada di kategori tinggi
dan sedang, kosmopolitan berada di kategori tinggi, dan tingkat peran penyuluh
berada di kategori tinggi. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor yang
berhubungan signifikan dengan tingkat keberdayaan petani milenial yakni
karakteristik petani dan peran penyuluh pertanian. Seluruh faktor yang
berhubungan signifikan dengan tingkat keberdayaan petani milenial memiliki arah
hubungan positif. Saran dari penelitian ini diperlukan peningkatan sumber daya
manusia (SDM) pada aspek pendidikan non formal dan perlu penguatan dari peran
penyuluh pertanian.