Tanaman sirih cina (Peperomia
pellucida L.) atau dikenal juga dengan suruhan. Sirih cina merupakan
tanaman dari negara Amerika Tropis. Sirih cina kerap dianggap sebagai gulma.
Sirih cina (Peperomia pellucida L.) memiliki kandungan metabolit
sekunder yang berpotensi sebagai bahan antiseptik alami. Tanaman ini mengandung
bermacam senyawa seperti flavonoid, tanin, alkaloid, dan saponin. Tujuan
penelitian mencakup tiga aspek utama: formulasi produk sabun kertas, evaluasi
stabilitas fisik produk, serta analisis kelayakan usaha dari produk yang dihasilkan.
Pelaksanaan tugas akhir dilakukan di Laboratorium Farmasi Universitas Sahid
Surakarta. Pelaksanaan dilakukan dengan perencanaan kegiatan tugas akhir, perencanaan
formulasi yang akan digunakan, persiapan alat dan bahan, melakukan trial and
error sebelum memperbanyak produk, melakukan uji fisik sabun (uji pH, uji
organoleptik, uji fisik homogenitas, dan uji stabilitas busa), uji preferensi
konsumen, memperbanyak produk, melakukan pemasaran, dan tahap akhir melakukan
analisis kelayakan produk.Formulasi yang digunakan
pada trial and error produk ada dua formula sabun dengan perbedaan
konsentrasi ekstrak, yaitu formula A (0,5 g ekstrak) dan formula B (1 g
ekstrak), yang kemudian melalui evaluasi menyeluruh terhadap parameter
organoleptik, homogenitas, tingkat keasaman (pH), dan stabilitas busa. Uji
preferensi konsumen dilakukan dengan skala likert atau tingkat kesukaan
konsumen. Uji preferensi dilakukan dengan 40 responden dengan umur responden
< 15>25 tahun. Hasil koresponden menunjukkan
bahwa formula B dengan kandungan ekstrak lebih tinggi memberikan performa lebih
baik dalam berbagai aspek evaluasi. Dari segi organoleptik, formula B memiliki
warna hijau yang lebih pekat dan aroma khas sirih cina yang lebih kuat. Uji pH menunjukkan
kedua formula berada dalam kisaran aman untuk kulit (4,9–5,1), sedangkan uji
stabilitas busa menempatkan formula B pada posisi lebih unggul dengan
stabilitas 90% dibandingkan formula A yang mencapai 85,71%.Pemasaran produk
dilakukan secara online dan offline. Pemasaran online dilakukan
dengan membuat promosi di Instagram dan Whatsapp. Pemasaran offline dilakukan
dengan cara word of mouth atau dari mulut ke mulut. Segementasi
pemasaran dilakukan di sekitar UNS dan Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.
Pemasaran menargetkan masyarakat berumur 15-25 tahun. Produk “Salwa Handsoap”
ini dikemas menggunakan kemasan primer berbahan plastik dan kemasan sekunder pouch
blacu serut yang mudah dibawa kemana saja. Analisis kelayakan usaha mengungkapkan
bahwa usaha produksi sabun ini layak dijalankan dengan R/C ratio 1,45
dan B/C ratio 0,45, menunjukkan tingkat keuntungan yang memadai. Titik
impas (BEP) tercapai pada penjualan 34,54 unit dengan harga Rp8.981 per unit. Guna meningkatkan
pemasaran, perlu memperluas jaringan melalui platform seperti Shopee dan
Tokopedia. Selain itu, penting dilakukan pengujian sifat antimikroba sirih cina
serta mengurus perizinan edar agar produk lebih dipercaya konsumen sebagai
produk yang aman.