Cabai (Capsicum
annuum L.) merupakan salah satu komoditas unggulan di Indonesia yang
memiliki nilai ekonomi tinggi. Konsumsi cabai di Indonesia semakin meningkat
setiap tahunnya. Namun, produksi cabai belum dapat memenuhi kebutuhan konsumsi
yang terus meningkat. Rendahnya produksi cabai di Indonesia salah satunya
dipengaruhi oleh ketidakseimbangan hormon yang dapat menyebabkan pertumbuhan tidak
normal dan menurunnya hasil panen. Pemberian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)
diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai. Penelitian ini
bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian beberapa jenis ZPT terhadap
pertumbuhan dan hasil tanaman cabai.Penelitian
dilaksanakan di Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
pada bulan April hingga Agustus 2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak
Kelompok Lengkap (RAKL) satu faktor, yaitu jenis ZPT dengan 4 perlakuan dan 3
kali ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu tanpa ZPT, ZPT Atonik (2 ml.L-1),
ZPT Agrogibb (60 mg.L-1), dan ZPT Atonik (1 ml.L-1) +
Agrogibb (30 mg.L-1). Parameter yang diamati meliputi suhu,
kelembaban udara, intensitas cahaya, curah hujan, tinggi tanaman, jumlah cabang
dikotom, waktu berbunga, bobot segar brangkasan tanaman, bobot kering
brangkasan tanaman, jumlah buah kumulatif per tanaman, panjang puah terpanjang,
dan bobot buah kumulatif per tanaman. Data hasil pengamatan dianalisis
menggunakan analisis ragam (ANOVA) taraf 5%, yang kemudian dilanjutkan dengan
uji Beda Nyata Tekecil (BNT).Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pemberian ZPT Agrogibb berbahan aktif GA3
dengan konsentrasi 60 mg.L-1 mampu meningkatkan tinggi tanaman,
jumlah cabang dikotom, jumlah buah kumulatif per tanaman, dan panjang buah
cabai dibandingkan dengan pemberian ZPT Atonik, kombinasi Atonik dan Agrogibb,
serta tanpa pemberian ZPT, terbatas pada penelitian ini. Namun, pemberian ZPT Agrogibb belum mampu
meningkatkan bobot buah kumulatif per tanaman secara signifikan jika
dibandingkan dengan tanpa pemberian ZPT.