Anggito Judhanto Suryo Guritno. K4421011. Pembimbing I: Prof. Dr. Akhmad
Arif
Musadad., M.Pd. PENGGUNAAN METODE SMALL GROUP
DISCUSSION
DENGAN
MEDIA
AUDIOVISUAL
DALAM
PEMBELAJARAN SEJARAH UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN
DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X-2 SMA NEGERI 2 BOYOLALI
TAHUN AJARAN 2024/2025. Skripsi. Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan Universitas Sebelas Maret, Juli 2025.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Meningkatkan keaktifan belajar sejarah melalui
penggunaan metode Small Group Discussion dengan media audiovisual pada siswa
kelas X 2 di SMA Negeri 2 Boyolali tahun ajaran 2024/2025. (2) Meningkatkan
hasil belajar sejarah melalui penggunaan metode Small Group Discussion dengan
media audiovisual pada siswa kelas X 2 di SMA Negeri 2 Boyolali tahun ajaran
2024/2025.
Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) yang mencakup empat tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan
tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini melibatkan siswa kelas X2 SMA
Negeri 2 Boyolali pada tahun ajaran 2024/2025, dengan jumlah siswa sebanyak 36
orang. Fokus penelitian diarahkan pada keaktifan dan hasil belajar sejarah siswa,
serta penggunaan metode Small Group Discussion yang dipadukan dengan media
audiovisual. Untuk mengumpulkan data, peneliti menggunakan berbagai
instrument seperti observasi, wawancara dan soal tes. Data yang diperoleh
kemudian dianalisis menggunakan pendekatan analisis kritis serta statistik
deskriptif komparatif.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan beberapa temuan penting. (1) Penggunaan
metode Small Group Discussion dengan media audiovisual terbukti efektif dalam
meningkatkan keaktifan siswa. Hal ini terlihat dari hasil observasi dari dua orang
observer, tingkat keaktifan siswa mengalami kenaikan dari 69% pada tahap
prasiklus, menjadi 77% setelah pelaksanaan siklus I, dan meningkat lagi menjadi
82% pada siklus II. (2) Penggunaan metode Small Group Discussion dengan media
audiovisual terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar sejarah siswa.
Peningkatan hasil belajar terlihat dari hasil soal tes kognitif yang diberikan kepada
siswa. Pada tahap prasiklus, rata-rata ketuntasan siswa sebesar 65%, kemudian
meningkat menjadi 75% pada siklus I, dan kembali lagi mengalami pengingkatan
menjadi 86% pada siklus II.